Tim Relawan Ambulans dan 2 Dokter Diterjunkan, Kegiatan Sosial Yayasan Cipta Peduli Bangsa Berjalan Lancar
Batam24.com | Batam – Yayasan Cipta Peduli Bangsa kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial kemanusiaan dengan menurunkan puluhan relawan dalam aksi pelayanan kesehatan. Sebanyak 17 tim diterjunkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 15 tim relawan ambulans dan 2 tim dokter umum. (Minggu,19 April 2026)
Ketua Yayasan Cipta Peduli Bangsa Eri Rezky Putra S.E yang didampingi Sekretaris Nurcholis Erwin, S.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan hari ini berjalan dengan lancar berkat sinergi berbagai pihak. Selain tim relawan ambulans dan tenaga medis, kegiatan ini juga melibatkan tim rider motor serta dukungan dari komunitas sosial lainnya.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar. Kami dari Yayasan Cipta Peduli Bangsa bersama tim dokter, relawan ambulans, dan tim rider motor bisa berkolaborasi dengan Yayasan Kasih Kasihan. Harapan kami kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dan kami semua diberikan kesehatan serta keselamatan agar terus bisa berbuat kebaikan,” ujarnya.
Kegiatan sosial ini turut melibatkan Yayasan Kasih Kasihan Batam yang didirikan sejak tahun 2018 oleh almarhumah orang tua dari Wenri, selaku pembina yayasan. Ia menjelaskan bahwa yayasan tersebut berawal dari kepedulian keluarga dan kini terus berkembang dengan dukungan para relawan.
“Harapan saya, mereka yang dirawat di sini bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa, kembali ke keluarga, terutama yang sudah memiliki anak. Kami ingin mereka bisa berkumpul lagi dengan keluarga,” ungkap Wenri.
Saat ini, jumlah pasien yang ditangani di Yayasan Kasih Kasihan mencapai sekitar 59 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para relawan yang membantu berasal dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas sosial dan dukungan dari gereja serta kelompok masyarakat lainnya.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga kerap diisi dengan bantuan sosial seperti pembagian sembako yang biasanya dilakukan saat momen hari besar keagamaan seperti Imlek, Natal, dan Lebaran.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Rara)






