Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Per Gram di Hari Ketiga Lebaran
Update harga emas Antam yang turun tajam Rp50.000 per gram pada 23 Maret 2026 menjadi Rp2.843.000, serta dampaknya bagi masyarakat dan tren investasi pasca-lebaran.
Batam24.com | JAKARTA – Logam Mulia Kabar mengejutkan datang dari pasar komoditas setelah harga emas batangan produksi Antam dilaporkan anjlok signifikan pada Senin, 23 Maret 2026. Penurunan harga sebesar Rp50.000 membawa harga emas kini berada di angka Rp2.843.000 per gram. Hal ini memicu reaksi beragam dari para investor dan masyarakat yang baru saja merayakan Lebaran.
Penurunan ini merupakan salah satu yang terdalam di bulan Maret, dipicu oleh penguatan nilai tukar rupiah dan stabilnya kondisi ekonomi global pasca-konflik di Timur Tengah mereda. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momen ini untuk membeli emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali juga mengalami penurunan ke angka Rp2.560.000 per gram.
Menurut para analis ekonomi, fluktuasi harga emas di periode libur panjang adalah hal yang lumrah terjadi. Namun, penurunan drastis sebesar Rp50.000 dalam sehari tetap menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan pelaku pasar. Sebagian warga yang baru saja mendapatkan uang THR merasa ini adalah waktu yang tepat untuk "menabung" dalam bentuk logam mulia.
Di gerai-gerai Pegadaian dan toko emas perhiasan, antrean warga mulai terlihat meskipun masih dalam suasana cuti bersama. Mereka khawatir harga akan kembali melonjak dalam beberapa hari ke depan seiring dibukanya kembali pasar saham global. Tren investasi emas memang sedang naik daun di tahun 2026 sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.
Pemerintah melalui kementerian terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penipuan investasi emas yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Penurunan harga Antam yang resmi harus selalu dipantau melalui laman resmi Logam Mulia atau kanal berita terpercaya. Pajak pembelian emas juga masih berlaku sesuai dengan aturan perpajakan yang ada.
Sejumlah toko emas di daerah melaporkan adanya peningkatan transaksi penjualan perhiasan oleh warga yang membutuhkan dana segar untuk keperluan arus balik. Namun, jumlah pembeli emas batangan justru meningkat karena dianggap lebih menguntungkan saat harga sedang turun. Dinamika ini menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat yang semakin membaik.
Diprediksi harga emas akan tetap berada di level volatil hingga akhir pekan ini. Para pakar menyarankan investor untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic selling. Emas tetap dianggap sebagai aset paling aman (safe haven) di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik yang masih bisa berubah sewaktu-waktu.
(Dykha)






