Pemilihan RW 008 Tanjung Sengkuang Ricuh, Warga Protes Tak Diberi Undangan

Pemilihan RW 008 Tanjung Sengkuang Ricuh, Warga Protes Tak Diberi Undangan
Foto doc Rara/ lokasi pencoblosan RW 008 Tanjung Sengkuang




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com l BATAM — Pelaksanaan pemilihan Ketua RW 008 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Minggu (11/1/2026), diwarnai kericuhan dan protes warga. Sejumlah warga mengaku tidak dapat menyalurkan hak pilihnya lantaran tidak menerima undangan serta terkendala persoalan domisili.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, cekcok mulut terjadi antara warga dan panitia pemilihan. Beberapa warga yang berdomisili di wilayah RW 008 mengaku tidak menerima undangan, sementara warga yang ber-KTP di luar RW 008 secara tegas ditolak dan tidak diperkenankan mencoblos.

Di lokasi pemilihan, tampak surat suara resmi Pemilihan Ketua RW 008 Kelurahan Tanjung Sengkuang yang memuat tiga calon, yakni Wikarta, Muarofah, dan Hasri Antoni. Namun, ketersediaan surat suara tersebut tidak diiringi dengan kejelasan mekanisme pendataan undangan dan domisili warga.

“Saya tinggal di sini, sudah mengantre, tapi dibilang tidak bisa memilih karena tidak ada undangan,” ujar salah seorang warga.

Saat dikonfirmasi terpisah, Lurah Tanjung Sengkuang, Muhammad Al Kindi Ambiya S, STP, membenarkan bahwa Surat Keputusan (SK) pemilihan RW telah dikeluarkan oleh pihak kelurahan. Namun, ia menegaskan bahwa teknis pelaksanaan pemilihan sepenuhnya menjadi kewenangan panitia RW.

“Benar, SK sudah saya keluarkan. Pelaksanaan teknis di lapangan merupakan tanggung jawab panitia RW. Jika terdapat kesalahan, panitia akan saya tegur,” tegas Lurah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan RW 008, Edwar, awak media sudah mengkonfirmasi lewat WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi oleh awak media.

Peristiwa ini menjadi sorotan warga, yang mempertanyakan kesiapan dan transparansi panitia dalam mengakomodasi hak pilih masyarakat. Pemilihan RW 008 tetap dilanjutkan, namun menyisakan catatan kritis terkait pelaksanaan demokrasi di tingkat lingkungan. (Rara)