Reses di Kampung Suka Jaya, Ismeth Abdullah Terkejut Dengar Keluhan Warga yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Reses di Kampung Suka Jaya, Ismeth Abdullah Terkejut Dengar Keluhan Warga yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com l Karimun – Anggota DPD RI asal Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, mengaku terkejut saat mendengar langsung berbagai keluhan warga dalam kunjungan reses di Kampung Suka Jaya, RW 04, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Ismeth Abdullah yang didampingi istrinya, Aida Ismeth, disambut penuh harapan oleh warga, khususnya masyarakat RT 02 RW 04 yang hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kondisi kehidupan mereka.

Dalam sambutannya sebelum sesi dialog, Ismeth menjelaskan fungsi dan tugasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang bertugas menjembatani kepentingan masyarakat daerah dengan pemerintah pusat.

“Merupakan kebanggaan bagi saya pribadi dapat bertemu dengan Bapak dan Ibu warga Kampung Suka Jaya. Semoga Bapak dan Ibu semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan,” ujar Ismeth.

Ia menambahkan bahwa keberadaan DPD RI bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sesuai amanat undang-undang dan semangat reformasi.

“Melalui pertemuan ini, saya berharap warga dapat memanfaatkan kesempatan reses ini untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada sesi tanya jawab, salah satu tokoh masyarakat setempat, Sunardi, menyampaikan kondisi masyarakat di Gang Meranti RT 02 yang sebagian besar berprofesi sebagai pemulung dan hidup di bawah garis kemiskinan.

“Di sini mayoritas warga bekerja sebagai pemulung. Kondisi masyarakat sangat memprihatinkan dan banyak yang berada di bawah garis kemiskinan,” ungkap Sunardi.

Ia juga mengeluhkan bahwa lingkungan mereka kerap tidak tersentuh bantuan sosial dari pemerintah, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun pembagian sembako.

“Setiap ada kebijakan pemerintah terkait BLT atau bantuan sembako, lingkungan kami sering tidak pernah terjangkau. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain bantuan sosial, warga juga berharap adanya program nikah massal karena banyak pasangan di kampung tersebut yang belum menikah secara resmi akibat keterbatasan biaya.

“Banyak warga yang belum bisa menikah secara resmi karena keterbatasan biaya. Kami berharap ada program nikah massal dari pemerintah,” tambahnya.

Sunardi juga meminta perhatian terhadap fasilitas ibadah dan penerangan di kampung mereka, termasuk harapan bantuan sembako menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ismeth Abdullah mengaku terkejut melihat kondisi warga yang disampaikan secara langsung.

“Kita cukup terkejut melihat kondisi warga di sini. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan kita tindak lanjuti. Warga Kampung Suka Jaya, khususnya Gang Meranti RT 02, harus bisa berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia juga mendorong perangkat RT dan RW untuk aktif mendata serta mengusulkan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah daerah agar berbagai program bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

“Perangkat RT dan RW harus mendata dan mengajukan kepada pemerintah daerah apa yang menjadi kewajiban pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Kita akan terus mendorong agar pemerintah daerah memperhatikan masyarakat di Gang Meranti ini,” jelas Ismeth.

Menurutnya, jika aspirasi warga berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, maka hal tersebut akan dibahas melalui rapat di Komite I DPD RI. Sementara jika berkaitan dengan kebijakan daerah, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.

“Jika menyangkut kebijakan pusat, akan kita komunikasikan dengan pemerintah pusat dan dibahas di Komite I DPD RI. Sedangkan jika terkait kebijakan daerah, kita akan berkoordinasi dengan gubernur atau bupati,” pungkasnya. (Rara)