Viral Warung Makan di Yogyakarta Bayar Seikhlasnya untuk Mahasiswa Akhir

Artikel tentang warung makan di Yogyakarta yang viral karena memberikan promo bayar seikhlasnya bagi mahasiswa akhir pada 4 Maret 2026.

Viral Warung Makan di Yogyakarta Bayar Seikhlasnya untuk Mahasiswa Akhir
Kabar gembira buat pejuang skripsi di Jogja! Warung ini bolehin kamu makan bayar seikhlasnya lho. Benar-benar penolong di tanggal tua ya! Tag teman kamu yang lagi skripsian!




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | YOGYAKARTA – Sebuah warung makan di Yogyakarta mendadak viral di TikTok karena menerapkan sistem bayar seikhlasnya khusus bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Kebijakan unik yang mulai diterapkan pada Rabu, 4 Maret 2026, ini disambut antusias oleh para pejuang gelar yang merasa terbantu secara finansial.

Pemilik warung mengungkapkan bahwa ide ini muncul karena ia sering melihat mahasiswa yang tampak stres dan kehabisan uang di akhir bulan demi menyelesaikan tugas akhir mereka. Dengan menunjukkan draf skripsi atau kartu bimbingan, mahasiswa bebas mengambil nasi dan lauk sepuasnya tanpa ada patokan harga minimal yang harus dibayarkan.

Meski menerapkan sistem seikhlasnya, banyak mahasiswa yang justru memberikan uang lebih jika mereka memiliki rezeki, sebagai bentuk apresiasi atas kebaikan sang pemilik warung. Hal ini menciptakan ekosistem saling membantu yang sangat kental dengan budaya gotong royong khas masyarakat Yogyakarta yang terkenal ramah dan peduli.

Kisah warung ini viral setelah seorang mahasiswa mengunggah pengalamannya makan di sana saat hanya memiliki uang sisa dua ribu rupiah di dompetnya. Unggahan tersebut memicu gelombang komentar positif dari warganet yang mendoakan agar usaha warung makan tersebut semakin berkah dan lancar rezekinya di masa depan.

Pihak universitas di sekitar lokasi juga memberikan apresiasi kepada pemilik warung yang dianggap telah memberikan dukungan moral bagi para mahasiswa yang sedang berjuang. Gerakan sederhana ini diharapkan bisa menginspirasi pelaku usaha lain untuk memberikan program sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya sesuai kemampuan masing-masing.

Selain mahasiswa, warung ini juga sering dikunjungi oleh warga umum yang ingin ikut menyumbang dengan cara membayar lebih agar porsi makanan untuk mahasiswa tetap terjaga ketersediaannya. Fenomena "warung skripsi" ini membuktikan bahwa di tengah persaingan ekonomi, masih banyak orang baik yang peduli pada pendidikan generasi muda.

Saat ini, warung tersebut selalu ramai dikunjungi setiap jam makan siang, menjadikannya tempat nongkrong favorit baru bagi para pejuang skripsi untuk berdiskusi. Sang pemilik menyatakan akan terus menjalankan program ini selama ia masih mampu, sebagai bentuk pengabdian kecilnya bagi kemajuan pendidikan di kota pelajar.

(Dykha)