1.500 Satgas DLH Ancam Datangi Gerindra Batam, Minta Gaji Disetarakan UMK dan Disampaikan ke Presiden Prabowo
Batam24.com l BATAM – Sebanyak 1.500 Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bersiap mendatangi Sekretariat Partai Gerindra Kota Batam. Langkah itu disebut sebagai bentuk tekanan terakhir untuk memperjuangkan kenaikan gaji yang disetarakan dengan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026.
Tak hanya menuntut penyesuaian tahun ini, para Satgas juga meminta agar setiap kenaikan UMK Batam di tahun-tahun mendatang otomatis diikuti dengan penyesuaian gaji mereka.
Aksi tersebut direncanakan apabila permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilayangkan ke DPRD Kota Batam tak kunjung mendapat respons atau kejelasan tindak lanjut.
Tekanan ke Jalur Politik
Dalam pernyataannya, perwakilan Satgas menyebut langkah mendatangi Sekretariat Partai Gerindra Kota Batam sebagai upaya agar aspirasi mereka dapat diteruskan hingga ke tingkat pusat, bahkan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Mereka menilai jalur politik menjadi opsi realistis jika komunikasi dengan Pemerintah Kota Batam dan DPRD Kota Batam menemui jalan buntu.
“Ini bukan aksi anarkis. Kami ingin didengar. Kalau daerah tidak membuka ruang, maka kami akan menyampaikan aspirasi ke pusat,” ujar salah satu perwakilan Satgas.
Tuntutan: Gaji Setara UMK
Satgas Kebersihan DLH Kota Batam menilai selama ini kesejahteraan mereka belum sebanding dengan beban kerja. Setiap hari, mereka bertugas menyapu jalan, mengangkut sampah, hingga menjaga kebersihan berbagai titik strategis kota.
Mereka meminta:
Gaji disetarakan dengan UMK Batam tahun 2026.
Penyesuaian otomatis setiap terjadi kenaikan UMK di tahun berikutnya.
Kepastian regulasi agar tidak terjadi ketimpangan upah di masa depan.
Menurut mereka, kebijakan tersebut adalah bentuk keadilan atas kontribusi tenaga kebersihan yang menjadi garda terdepan menjaga wajah Kota Batam tetap bersih dan layak huni.
Beri Ruang Dialog untuk Wali Kota
Meski telah menyiapkan langkah lanjutan, Satgas masih membuka ruang dialog. Mereka memberikan kesempatan kepada Wali Kota Batam untuk bertemu dengan perwakilan Satgas dari seluruh kecamatan guna mencari solusi bersama.
Para Satgas menegaskan, aksi ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan perjuangan hak secara damai dan tertib.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Batam maupun DPRD Kota Batam terkait tuntutan tersebut maupun rencana kedatangan 1.500 Satgas ke Sekretariat Partai Gerindra Kota Batam.
Situasi ini berpotensi menjadi sorotan publik, mengingat isu kesejahteraan tenaga kebersihan berkaitan langsung dengan pelayanan dasar dan wajah Kota Batam di mata masyarakat maupun investor. (Rara)





