Aksi Mogok Sopir Angkot di Batam: Tuntut Penyesuaian Tarif Akibat BBM
Liputan aksi mogok massal sopir angkot di Batam pada 26 Maret 2026 yang menuntut kenaikan tarif imbas harga BBM, serta dampaknya terhadap mobilitas warga Batam.
Batam24.com | BATAM – Transportasi Lokal Ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Batam melakukan aksi mogok massal pada Kamis pagi, 26 Maret 2026, yang menyebabkan ribuan penumpang terlantar di jalan-jalan utama. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kenaikan harga BBM yang tidak dibarengi dengan penyesuaian tarif angkutan secara resmi oleh pemerintah daerah. Para sopir berkumpul di depan kantor Wali Kota Batam menuntut agar aspirasi mereka segera didengarkan dan direalisasikan.
Ketiadaan angkot membuat mobilitas warga, terutama para pekerja pabrik di kawasan industri Muka Kuning dan Batam Centre, menjadi terganggu. Banyak warga yang terpaksa berjalan kaki atau menggunakan jasa transportasi online yang harganya melonjak akibat tingginya permintaan. Pihak kepolisian dan Dishub Batam mengerahkan armada bus sekolah dan truk polisi untuk membantu mengevakuasi penumpang yang terlantar.
Perwakilan sopir menyatakan bahwa biaya operasional harian semakin tidak tertutup oleh pendapatan akibat harga suku cadang dan BBM yang terus merangkak naik. Mereka merasa terhimpit karena di satu sisi harus bersaing dengan transportasi modern, namun di sisi lain tarif mereka masih dipatok dengan aturan lama. "Kami hanya ingin bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarga," ujar salah satu koordinator aksi.
Pemerintah Kota Batam berjanji akan segera melakukan mediasi dengan perwakilan serikat sopir angkot untuk mencari jalan tengah yang adil bagi pengusaha dan masyarakat. Rencana pemberian subsidi BBM khusus bagi angkutan umum sedang dipertimbangkan sebagai solusi jangka pendek. Namun, para sopir mengancam akan terus melanjutkan aksi mogok jika tuntutan kenaikan tarif tidak segera disetujui.
Suasana di depan kantor Wali Kota terpantau ramai namun tetap kondusif di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Viral di media sosial foto-foto penumpang yang harus naik di atas bak truk polisi demi bisa sampai ke tempat kerja. Netizen Batam memberikan beragam komentar, ada yang bersimpati dengan nasib sopir, namun banyak juga yang mengeluhkan gangguan mobilitas ini.
Beberapa rute utama seperti rute Jodoh-Nagoya dan Batam Centre-Punggur dilaporkan lumpuh total dari aktivitas angkot berwarna-warni tersebut. Warga diimbau untuk mencari alternatif transportasi lain atau mengatur jadwal keberangkatan lebih awal selama aksi masih berlangsung. Pemerintah diharapkan bisa segera mengambil keputusan tegas agar aktivitas kota kembali normal secepatnya.
Dialog antara pemerintah dan perwakilan sopir dijadwalkan akan berlanjut hingga sore nanti untuk mencapai kesepakatan final. Keselamatan dan kenyamanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam penyelesaian konflik tarif ini. Semoga ada solusi terbaik yang tidak memberatkan masyarakat namun tetap menjamin kesejahteraan para sopir angkot di Batam.
(Dykha)






