Dukung Stabilitas Ekonomi Nasional, Ka Kuwil Kodaeral IV Hadiri Pemusnahan Uang Rupiah Tidak Asli di Batam

Dukung Stabilitas Ekonomi Nasional, Ka Kuwil Kodaeral IV Hadiri Pemusnahan Uang Rupiah Tidak Asli di Batam
Dukung Stabilitas Ekonomi Nasional, Ka Kuwil Kodaeral IV Hadiri Pemusnahan Uang Rupiah Tidak Asli di Batam




Batam24.com | Batam – Kepala Keuangan Wilayah (Ka Kuwil) Kodaeral IV, Kolonel Laut (S) Syarif Hidayat, A.Md., menghadiri kegiatan pemusnahan barang temuan berupa uang rupiah tidak asli yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Lantai 3 Kantor Bank Indonesia Batam Center, Selasa (21/05/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional. Pemusnahan dilakukan terhadap barang temuan berupa uang rupiah tidak asli hasil penemuan dan penindakan dari sejumlah wilayah di Kota Batam.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan ekonomi dan mencegah peredaran uang palsu di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas perekonomian. Selain itu, sinergitas lintas sektor juga dinilai penting dalam memperkuat langkah pencegahan maupun penegakan hukum terhadap tindak pidana pemalsuan uang.

Kehadiran Ka Kuwil Kodaeral IV dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IV, dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional, terutama di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan dan jalur perdagangan internasional.

Dengan adanya kegiatan pemusnahan uang rupiah tidak asli ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk lebih teliti mengenali ciri keaslian uang rupiah serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi peredaran uang palsu.

(Rara)