Kapal Nelayan KM Safira Jaya Tenggelam di Perairan Tambelan, Lima ABK Selamat

Kapal Nelayan KM Safira Jaya Tenggelam di Perairan Tambelan, Lima ABK Selamat




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com l Bintan – Satu unit kapal nelayan jenis pompong bernama KM Safira Jaya dilaporkan tenggelam di perairan utara Pulau Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Peristiwa tersebut terjadi saat kapal tengah melaut untuk memancing ikan, dan mengakibatkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.

Kapolsek Tambelan menerima laporan kejadian tersebut pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB dari seorang warga bernama Rahmat Parwandi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal nelayan tersebut tenggelam sekitar 40 mil laut di utara Pulau Tambelan.

Hasil koordinasi Polsek Tambelan dengan nelayan setempat melalui radio komunikasi memastikan bahwa kapal yang tenggelam adalah KM Safira Jaya, dengan Muli Warman sebagai nakhoda. Seluruh awak kapal berjumlah lima orang berhasil selamat setelah dievakuasi oleh nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan nakhoda Muli Warman, kejadian bermula pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 07.00 WIB, saat ia bersama empat orang anak buah kapal (ABK) berangkat dari Pulau Tambelan menuju lokasi pemancingan sekitar 40 mil laut dari pulau tersebut.

Sekitar pukul 12.00 WIB, kapal berhenti di titik pemancingan. Namun, karena persediaan umpan habis, pada pukul 18.30 WIB kapal bergerak menuju area rompon sejauh kurang lebih 17 mil laut untuk mencari umpan tambahan.

Setelah memperoleh umpan sekitar pukul 22.00 WIB, kapal kembali menuju lokasi awal memancing. Namun pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB, salah seorang ABK bernama El merasakan kejanggalan pada kapal. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui air telah masuk dan memenuhi lambung kapal.

Para ABK sempat berupaya menyelamatkan kapal dengan membuang sejumlah barang seperti batu pancing dan jerigen air, namun kondisi kapal semakin memburuk. Sebuah fiber berkapasitas sekitar satu ton kemudian dilepaskan ke laut. Tiga orang, yakni Muli Warman, Iwan Kusnadi, dan Wahyu, berhasil naik ke fiber tersebut.

Sementara dua ABK lainnya, Fadhil dan El, tidak sempat naik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Keduanya akhirnya bertahan dengan menggunakan tutup fiber sebelum kapal akhirnya tenggelam sekitar 10 menit kemudian.

Sekitar pukul 04.00 WIB, tiga ABK yang berada di fiber berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi. Dua ABK lainnya ditemukan selamat oleh nelayan berbeda pada Senin pagi, 5 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB di perairan Tambelan.

Data Korban

Muli Warman (40) – Nakhoda

Alamat: Desa Kukup RT 003/RW 002, Kecamatan Tambelan

Pekerjaan: Nelayan

Iwan Kusnadi (36) – ABK

Alamat: Jl Brigjen Katamso Gg Kenanga II No.12

Pekerjaan: Buruh harian lepas

M. Fadhil (44) – ABK

Alamat: Desa Kukup RT 003/RW 002, Kecamatan Tambelan

Pekerjaan: Nelayan

El – ABK

Wahyu – ABK

Identitas Kapal

Nama Kapal: KM Safira Jaya

Tonase: 6 GT

Pemilik: Mahdi

Alamat Pemilik: Desa Kukup

Pekerjaan: Wiraswasta

Kerugian

Kerugian materiil diperkirakan mencapai ± Rp400 juta

Korban jiwa: nihil

Pihak kepolisian mengimbau para nelayan agar lebih memperhatikan kondisi kapal serta faktor cuaca sebelum melaut guna menghindari kejadian serupa. (Rara)