Kembalinya Estetika 'Old Money': Mengapa Gaya Klasik Tanpa Logo Kini Mendominasi Dunia Fashion?

Bosan dengan tren yang datang dan pergi? Saatnya beralih ke Old Money Aesthetics. Gaya ini bukan soal seberapa mahal baju kamu, tapi soal kualitas, potongan yang pas, dan warna netral yang elegan.

Kembalinya Estetika 'Old Money': Mengapa Gaya Klasik Tanpa Logo Kini Mendominasi Dunia Fashion?
"Mewah tidak harus berisik. Inilah definisi nyata dari Quiet Luxury atau estetika Old Money. Mengedepankan kualitas bahan dan potongan klasik tanpa harus memamerkan logo besar di setiap sudut. Seperti yang terlihat, perpaduan kemeja polo putih dengan celana pleated krem menciptakan kesan elegan yang abadi—sebuah bukti bahwa gaya sejati tidak akan pernah ketinggalan zaman. "




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com| JAKARTA – Di tengah gempuran tren fast fashion dan logo-logo besar yang mencolok (logomania), sebuah gaya lama kini kembali menduduki kasta tertinggi di dunia mode. Dikenal dengan sebutan "Old Money Aesthetics" atau "Quiet Luxury", tren ini mengedepankan prinsip bahwa kekayaan sejati tidak perlu dipamerkan dengan suara keras.

Tren ini terinspirasi dari gaya berpakaian keluarga bangsawan dan pewaris kekayaan turun-temurun di Eropa dan Amerika. Bukan tentang berapa banyak merk yang menempel di baju, melainkan tentang kualitas bahan, potongan yang sempurna, dan keanggunan yang abadi.

Apa Itu Gaya Old Money?

Secara visual, Old Money adalah antitesis dari tren pamer kekayaan. Ciri khas utamanya meliputi:

  • Minimalisme Tanpa Logo: Pakaian seringkali tidak memiliki merk yang terlihat jelas di bagian luar.

  • Palet Warna Netral: Didominasi oleh warna putih, krem, navy, abu-abu, dan hitam.

  • Bahan Berkualitas Tinggi: Penggunaan kain kasmir, linen, sutra, dan katun premium menjadi kunci utama.

Kunci Utama Mendapatkan Look 'Quiet Luxury'

Bagi Anda yang ingin mencoba gaya ini tanpa harus memiliki warisan jutaan dolar, para ahli mode menyarankan beberapa langkah praktis berikut:

  1. Investasi pada Blazer yang Pas: Sebuah blazer dengan potongan bahu yang tegas dan ukuran yang pas di tubuh (well-tailored) dapat seketika meningkatkan level penampilan Anda.

  2. Pilih Polo Shirt atau Kemeja Oxford: Untuk pria maupun wanita, kemeja dengan potongan klasik adalah pondasi utama. Pastikan kainnya terlihat rapi dan disetrika dengan tajam.

  3. Warna Monokrom: Gunakan satu gradasi warna dari kepala hingga kaki. Misalnya, perpaduan celana chino krem dengan sweater berwarna senada.

  4. Aksesori yang Sopan: Jam tangan dengan tali kulit cokelat klasik atau perhiasan mutiara sederhana jauh lebih disukai daripada perhiasan emas yang terlalu besar dan berkilau.

Mengapa Tren Ini Populer Sekarang?

Menurut para pengamat tren, kembalinya gaya ini dipicu oleh kejenuhan masyarakat terhadap konsumerisme berlebih. Di era media sosial, orang-orang mulai mencari sesuatu yang terasa lebih "asli" dan tahan lama. Gaya Old Money menawarkan citra stabilitas, kecerdasan, dan kelas yang tidak lekang oleh waktu—sesuatu yang tidak bisa dibeli hanya dengan mengikuti tren musiman.

"Ini bukan soal menjadi kaya, tapi soal terlihat terawat dan menghargai kualitas di atas kuantitas," ujar seorang penata busana ternama.

(Dykha)