Kodaeral IV Tegaskan Komitmen Lindungi PMI dari Eksploitasi dan Kejahatan Lintas Negara

Kodaeral IV Tegaskan Komitmen Lindungi PMI dari Eksploitasi dan Kejahatan Lintas Negara




Batam24.com | Batam – Komando Daerah Maritim (Kodaeral) IV menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kodaeral IV dalam kegiatan Public Awareness Campaign Pelindungan dan Penanganan PMI Non-Prosedural serta WNI Bermasalah pada sektor online scam dan judi online di luar negeri yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam RI) di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Jodoh, Batam, Kamis (18/6/2026).

Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., diwakili oleh Asisten Intelijen (Asintel) Dankodaeral IV Kolonel Mar Adi Sucipto, S.T., M.Tr.Hanla., menghadiri kegiatan tersebut bersama perwakilan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, instansi pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kampanye kesadaran publik ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko keberangkatan PMI non-prosedural yang kerap berujung pada eksploitasi tenaga kerja, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga keterlibatan dalam aktivitas ilegal seperti online scam dan perjudian online di sejumlah negara.

Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan informasi mengenai berbagai modus perekrutan tenaga kerja ilegal yang sering menyasar masyarakat melalui media sosial dan jaringan perekrut tidak resmi. Selain itu, disampaikan pula mekanisme perlindungan, langkah pencegahan, serta penanganan terhadap WNI yang menghadapi permasalahan hukum maupun menjadi korban eksploitasi di luar negeri.

Keikutsertaan Kodaeral IV dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar memilih jalur resmi saat bekerja ke luar negeri serta lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan kerentanan calon pekerja migran.

Melalui kampanye ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah keberangkatan PMI non-prosedural serta melindungi WNI dari ancaman eksploitasi, perdagangan orang, online scam, dan perjudian online di luar negeri.

Upaya kolaboratif tersebut dinilai penting mengingat meningkatnya kasus WNI yang terjebak dalam jaringan kejahatan lintas negara akibat tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi tanpa melalui prosedur yang sah.

Dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya bekerja ke luar negeri secara legal dan aman, sehingga dapat terhindar dari berbagai risiko yang mengancam keselamatan maupun masa depan mereka.