Muhamad Ibnuh Bawa Aspirasi Batam di Kongres VII BM PAN di Banten

Muhamad Ibnuh Bawa Aspirasi Batam di Kongres VII BM PAN di Banten




Batam24.com | BANTEN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Batam, Muhamad Ibnuh, menghadiri Kongres VII BM PAN yang digelar di Provinsi Banten pada 10–12 Juli 2026. Kehadirannya menjadi wujud komitmen DPD BM PAN Kota Batam dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membawa aspirasi daerah kepulauan ke forum nasional.

Kongres VII BM PAN mengusung tema “Sinergi Alam untuk Rakyat: Menuju Swasembada Energi Terbarukan dan Kedaulatan Air Berkelanjutan.” Tema tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan lingkungan, ketahanan energi, pengelolaan sumber daya air, dan pembangunan berkelanjutan.

Muhamad Ibnuh menilai kongres bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah perjuangan dan program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kongres ini harus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, keputusan, serta program kerja yang benar-benar dapat dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Batam sebagai kawasan industri, wilayah kepulauan, sekaligus daerah perbatasan membutuhkan perhatian khusus dalam penyusunan kebijakan dan program organisasi di tingkat nasional.

Ia menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian, seperti penyediaan air bersih, pengembangan energi terbarukan, perlindungan kawasan pesisir, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemberdayaan generasi muda.

“Batam memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, setiap kebijakan dan program nasional BM PAN diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan daerah kepulauan seperti Kota Batam,” katanya.

Muhamad Ibnuh berharap Kongres VII BM PAN menghasilkan program kerja yang konkret, terukur, dan dapat diterapkan hingga tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia juga menilai pengurus daerah harus diberi ruang lebih besar dalam menyampaikan gagasan serta ikut menentukan arah kebijakan organisasi.

“BM PAN Kota Batam siap bergerak dan menjalankan program nasional. Namun, daerah juga harus diberikan ruang, kepercayaan, pembinaan, serta dukungan yang nyata. Jangan hanya meminta daerah bergerak, sementara pusat tidak menyiapkan kendaraan dan bahan bakarnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kaderisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang agenda politik. Menurutnya, BM PAN harus mampu mencetak generasi muda yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta peduli terhadap persoalan masyarakat.

Kongres VII BM PAN juga menjadi ajang silaturahmi kader dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman, memperkuat komunikasi organisasi, dan membahas berbagai tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing.

DPD BM PAN Kota Batam berharap forum tersebut melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah serta menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Daerah bukan hanya pelaksana keputusan pusat. Daerah harus menjadi bagian dari perumusan arah perjuangan organisasi. Dengan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah, BM PAN akan tumbuh menjadi organisasi yang modern, terbuka, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Muhamad Ibnuh.

Ia menegaskan, semangat yang dibangun dalam kongres harus diwujudkan melalui berbagai program nyata di daerah, seperti pendidikan politik, pelatihan kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi anak muda, kepedulian lingkungan, kegiatan sosial, dan penguatan kapasitas kader.

“Semangat yang dibangun dalam kongres harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. BM PAN harus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan mereka, dan menjadi bagian dari solusi,” tutupnya.

(Rara)