Perkuat Sinergi dan Budaya Kolaborasi, Karutan Batam Gelar Diskusi SANTAP Bersama Pegawai
Batam24.com | Batam – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menggelar kegiatan diskusi SANTAP (Sarapan, Ngopi, dan Tukar Pendapat) bersama seluruh jajaran pegawai sebagai upaya memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta menghimpun ide dan gagasan demi kemajuan organisasi.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi seluruh pegawai untuk menyampaikan masukan, saran, hingga inovasi yang dapat diterapkan dalam mendukung peningkatan kinerja di lingkungan Rutan Batam.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan, penguatan aspek keamanan dan ketertiban, pengembangan sumber daya manusia, hingga upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, harmonis, dan berintegritas.
Karutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menegaskan bahwa kemajuan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga lahir dari kontribusi, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh pegawai. Menurutnya, komunikasi yang efektif dan budaya saling mendukung menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan pelayanan yang semakin baik.
"Kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dan memperkuat kebersamaan. Setiap ide dan masukan dari pegawai memiliki nilai penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan dalam membangun organisasi yang lebih maju," ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai usulan konstruktif dari para peserta. Selain menjadi forum bertukar pikiran, kegiatan SANTAP juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarpegawai sehingga tercipta suasana kerja yang solid, kompak, dan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran Rutan Kelas IIA Batam diharapkan semakin termotivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat dan warga binaan. Semangat kebersamaan yang terus dibangun menjadi modal penting dalam mewujudkan organisasi pemasyarakatan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan prima. (Rara)


