Puluhan Korban Kepung Rumah Terduga Pelaku Penipuan Sertifikat dan Penggelapan Mobil di Sagulung
Batam24.com l Batam – Suasana di Perumahan Cemara Asri, Sagulung, mendadak mencekam pada Kamis malam (09/04/2026). Puluhan warga yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan sertifikat dan penggelapan puluhan unit mobil rental mengepung sebuah rumah yang diduga sebagai tempat tinggal Carolein Parewang (CP).
Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Para korban yang geram menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Namun, sosok Carolein tidak berada di lokasi. Di dalam rumah hanya terdapat ibu dan anak dari terduga pelaku yang menghadapi tekanan dari massa.
Situasi sempat memanas saat para korban mendesak keluarga untuk mengungkap keberadaan Carolein. Sang ibu mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan anaknya.
“Saya sudah lama sekali tidak berjumpa dengan anak saya,” ujarnya di hadapan para korban.
Namun pernyataan tersebut dibantah oleh salah satu korban bernama Hana yang mengaku memiliki bukti bahwa Carolein masih aktif berhubungan dengan keluarganya.
“Baru bulan lalu saya sendiri yang antar dia ke rumah ini. Bahkan ada video saat dia mengantar ibunya terapi ke rumah sakit,” ungkap Hana.
Kesaksian serupa juga disampaikan oleh warga sekitar yang mengaku masih sering melihat Carolein pulang ke rumah tersebut. Bahkan, disebutkan terdapat rekaman CCTV yang memperkuat keberadaan terduga pelaku di lokasi itu dalam waktu dekat.
Mendengar hal tersebut, pihak keluarga memilih bungkam dan tidak memberikan informasi lebih lanjut, termasuk nomor kontak Carolein.
Diduga Rugikan Korban hingga Miliaran Rupiah
Berdasarkan keterangan korban, aksi penipuan diduga telah berlangsung sejak Desember 2024 dengan modus peminjaman sertifikat sebagai jaminan untuk pengurusan dana pinjaman. Salah satu korban, Christin Ruth Natalia, mengaku mengalami kerugian hingga Rp168 juta.
Selain itu, dalam praktik penggelapan kendaraan, pelaku diduga menggunakan modus licik dengan berpura-pura sebagai penyewa. Ia datang layaknya pelanggan biasa, namun kendaraan milik korban justru tidak dikembalikan dan diduga digelapkan.
Korban lainnya juga mengungkapkan bahwa dana pinjaman yang dijanjikan ternyata telah dicairkan lebih dulu oleh terduga pelaku. Selain itu, Carolein juga diduga menggelapkan puluhan unit mobil rental, bahkan beberapa di antaranya disebut telah dijual.
“Ada juga yang langsung dijual,” ujar salah satu korban.
Para korban menduga praktik tersebut dilakukan secara terstruktur dan melibatkan lebih dari satu pihak, mengingat jumlah kerugian dan banyaknya aset yang hilang.
Polisi Amankan Situasi, Kasus Ditangani Serius
Untuk mencegah aksi anarkis, Unit Reskrim Polsek Sagulung turun langsung ke lokasi guna mengamankan situasi dan menenangkan massa.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus tengah dalam penanganan intensif. Bahkan, perkara ini telah mendapat perhatian dari jajaran Polresta Barelang.
“Kasus ini sedang kami proses secara serius dan sudah dalam penanganan,” ujarnya.
Terduga pelaku kini dalam pencarian. Ia dijerat dengan pasal terkait penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Desakan Publik Menguat
Kasus ini menjadi perhatian publik di Batam. Para korban mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas dugaan jaringan yang terlibat.
Dengan semakin banyaknya bukti dan kesaksian yang terungkap, masyarakat kini menunggu langkah tegas kepolisian untuk membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya guna mencegah jatuhnya korban baru. (Rara)






