Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemacetan Horor di Jalur Puncak dan Gentong

Artikel ini membahas kondisi terkini kemacetan parah di jalur Puncak dan Lingkar Gentong pada puncak arus balik Lebaran 23 Maret 2026, termasuk upaya kepolisian dalam menangani kepadatan kendaraan.

Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Kemacetan Horor di Jalur Puncak dan Gentong
Hati-hati di jalan ya Sahabat! Puncak arus balik hari ini (23/3) terpantau macet parah di jalur Puncak dan Gentong. Tetap sabar dan jaga kesehatan selama perjalanan kembali ke rumah.




IKLAN BC

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | BOGOR – Jalur Puncak Kemacetan panjang mewarnai puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah di jalur wisata Puncak, Bogor, dan Lingkar Gentong pada Senin, 23 Maret 2026. Ribuan kendaraan terjebak antrean berkilo-kilometer sejak dini hari akibat volume kendaraan yang meningkat tajam hingga 70 persen dibandingkan hari biasanya. Pihak kepolisian telah memberlakukan sistem satu arah (one way) dan contraflow untuk mengurai kepadatan, namun arus kendaraan dari arah Cianjur menuju Jakarta tetap tersendat.

Banyak pemudik yang memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan di hari kerja, namun justru terjebak dalam situasi yang sama di titik-titik krusial. Di Lingkar Gentong, kendaraan roda empat hanya bisa bergerak merayap dengan kecepatan di bawah 10 km/jam. Cuaca yang panas di siang hari menambah kelelahan para pengendara yang membawa keluarga mereka kembali ke ibu kota.

Petugas gabungan dari Polri dan Dinas Perhubungan disiagakan di setiap persimpangan untuk memastikan ketertiban lalu lintas. Selain volume kendaraan, banyaknya wisatawan lokal yang berkunjung ke tempat wisata di sekitar Bogor juga memperparah keadaan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau aplikasi navigasi sebelum memulai perjalanan balik.

Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Selasa malam mengingat masa cuti bersama akan segera berakhir. Sejumlah rest area di sepanjang jalur utama juga dilaporkan penuh sesak oleh pemudik yang beristirahat. Beberapa pengendara mengaku harus menghabiskan waktu hingga 8 jam untuk menempuh jarak yang biasanya hanya memakan waktu 2 jam.

Viralnya video-video kemacetan di media sosial membuat netizen memberikan beragam komentar mengenai manajemen arus mudik tahun ini. Ada yang menyarankan penggunaan transportasi umum di masa depan, sementara yang lain tetap memilih kendaraan pribadi demi fleksibilitas. Kepolisian tetap optimistis bahwa rekayasa lalu lintas yang disiapkan dapat meminimalisir durasi kemacetan.

Di sisi lain, kecelakaan ringan juga beberapa kali terjadi akibat kurangnya konsentrasi pengemudi yang kelelahan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian tersebut, hanya kerugian material berupa kerusakan kendaraan. Tim medis pun disiagakan di posko-posko terdekat untuk memberikan pertolongan pertama bagi pemudik yang merasa kurang sehat.

Upaya sterilisasi jalur terus dilakukan dengan melarang kendaraan besar melintas pada jam-jam sibuk. Masyarakat diminta bersabar dan selalu mengutamakan keselamatan daripada kecepatan saat berada di jalan raya. Hingga berita ini diturunkan, kepadatan di jalur Puncak masih menunjukkan tren meningkat secara signifikan.

(Dykha)