Temu Kangen Arema Batam Salam Satu Jiwa, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Warga Perantauan
Batam24.com | BATAM – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Temu Kangen Arema Batam bertajuk “Salam Satu Jiwa” yang digelar di kawasan Sekupang, Kota Batam, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Penasehat Arema Batam, Sam Nardi, ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan warga Arema yang berdomisili di Batam maupun berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan sesepuh Arema di Kota Batam, di antaranya Ketua Arema Batam Sam Anto Panjang, Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Se-Jawa Timur (Forkom Sejatim) Mas Farid, serta ratusan warga Arema yang antusias mengikuti kegiatan silaturahmi tersebut.

Kegiatan temu kangen ini dipimpin oleh Ketua Panitia Sam Sutrisno bersama jajaran panitia yang telah mempersiapkan acara dengan matang sehingga berlangsung lancar, meriah, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Koordinator Wilayah Sekupang, Sam Qirun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menjaga kekompakan dan memperkuat solidaritas warga Arema yang berada di tanah rantau.
“Melalui kegiatan Temu Kangen Arema Batam ini, kami ingin menjaga kebersamaan dan memperkuat persaudaraan sesama warga Arema di perantauan. Meskipun jauh dari kampung halaman, semangat Salam Satu Jiwa harus tetap terjaga dan menjadi perekat bagi seluruh warga Arema,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sam Sutrisno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Arema yang telah hadir serta mendukung terselenggaranya acara tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik dan penuh keakraban. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Arema Batam yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Semoga silaturahmi seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin mempererat persaudaraan kita,” katanya.
Dalam sambutannya, Penasehat Arema Batam, Sam Nardi, menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah berkembangnya berbagai komunitas Arema di Kota Batam. Menurutnya, keberadaan komunitas-komunitas tersebut harus menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan antarwarga, bukan sebaliknya.
“Silakan membentuk komunitas-komunitas Arema sesuai wilayah dan kebutuhannya masing-masing. Namun yang terpenting, Arema Batam harus tetap bersatu dan tidak boleh terpecah. Kita sudah disatukan dalam satu semangat, yaitu Salam Arema, Salam Satu Jiwa. Perbedaan komunitas jangan menjadi pemisah, justru harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan,” tegasnya.
Ia juga menilai semakin berkembangnya komunitas dan organisasi Arema di Batam akan menjadi modal besar bagi Paguyuban Arema Batam dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Jika kita tetap kompak dan bersatu, maka Paguyuban Arema Batam akan semakin besar dan kuat. Dengan kekuatan kebersamaan itu, kita dapat lebih maksimal dalam melaksanakan kegiatan sosial, membantu sesama warga, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambah Sam Nardi.
Ketua Arema Batam Sam Anto Panjang turut mengapresiasi semangat kebersamaan yang terus terjaga di kalangan warga Arema Batam. Menurutnya, kegiatan silaturahmi seperti ini menjadi wadah penting untuk memperkuat solidaritas dan menjaga hubungan kekeluargaan antaranggota.
Hal senada disampaikan Mas Farid yang mengapresiasi kekompakan warga Arema Batam dalam menjaga tali silaturahmi. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana efektif memperkuat hubungan kekeluargaan warga Jawa Timur yang berada di Kepulauan Riau.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan ramah tamah dan hiburan orgen tunggal yang semakin menambah kehangatan suasana. Para peserta tampak menikmati kebersamaan dengan bernyanyi bersama, bercengkerama, serta mengenang kampung halaman.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus menjaga kekompakan serta mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Arema di Kota Batam dan Kepulauan Riau.
Dengan mengusung semangat “Salam Arema, Salam Satu Jiwa”, warga Arema Batam berharap persaudaraan yang telah terjalin dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tanah perantauan.
“Bersatu Kita Kuat, Bersaudara Selamanya.”
(Rara)


