TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Liquid Vape Mengandung Narkotika di Perairan Batam, Nilainya Ditaksir Capai Rp800 Juta

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Liquid Vape Mengandung Narkotika di Perairan Batam, Nilainya Ditaksir Capai Rp800 Juta




Batam24.com | BATAM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut di wilayah perairan Batam. Sebanyak 100 botol liquid vape yang mengandung zat narkotika berhasil diamankan dalam operasi gabungan yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp800 juta.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., sekaligus pemusnahan barang bukti di Markas Kodaeral IV Batam, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dihadiri perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri, Kejaksaan Negeri Batam, Bea Cukai Batam, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang terdiri dari Satgas Cakra 26, Satuan Intelijen, unsur Kodaeral IV, serta personel Polsek Belakang Padang yang berhasil menggagalkan penyelundupan liquid vape mengandung narkotika dari Malaysia menuju Batam.

"Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut bersama seluruh aparat penegak hukum dalam melaksanakan perintah Presiden melalui Asta Cita untuk memberantas peredaran narkoba, sekaligus menjaga wilayah perairan Indonesia dari berbagai aktivitas ilegal," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus bermula pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB setelah tim gabungan menerima informasi intelijen mengenai rencana penyelundupan liquid vape mengandung narkotika melalui jalur laut dari Malaysia menuju Batam.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan operasi penyekatan dan pengawasan di sejumlah titik perairan Batam. Sekitar pukul 20.50 WIB, tim mencurigai sebuah speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat hendak dihentikan, pengemudi kapal tidak mengindahkan peringatan sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Dalam pengejaran tersebut, tekong speedboat membuang sebuah tas jinjing berwarna hijau ke laut sebelum berusaha melarikan diri ke arah perbatasan. Namun, kapal yang digunakan mengalami kerusakan mesin sehingga pelaku berhasil lolos.

Sekitar pukul 21.15 WIB, tim menemukan tas tersebut di perairan Batam. Setelah diperiksa, tas itu berisi 100 botol liquid vape yang diduga mengandung narkotika.

Selanjutnya, TNI AL berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Kepri, BNN Provinsi Kepulauan Riau, dan BPOM Batam untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti tersebut.

Hasil pengujian menunjukkan sebanyak 50 botol liquid vape merek Yakuza mengandung sekitar 80 persen propilen glikol dan 20 persen etomidate. Sementara 50 botol lainnya dengan kemasan bergambar buah-buahan juga dinyatakan positif mengandung etomidate dengan komposisi yang berbeda.

Laksamana Berkat menjelaskan, etomidate merupakan zat yang sangat berbahaya apabila disalahgunakan melalui liquid vape karena dapat dengan cepat diserap melalui paru-paru menuju otak.

"Dampaknya dapat menimbulkan halusinasi, kejang, penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, kerusakan sistem saraf, gangguan jantung hingga kecanduan berat," katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan estimasi harga di pasaran, setiap botol liquid vape tersebut dijual dengan harga berkisar Rp2,5 juta hingga Rp8 juta. Dengan demikian, total nilai ekonomi barang bukti diperkirakan mencapai Rp250 juta hingga Rp800 juta.

Menurutnya, pengungkapan tersebut berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan modus baru yang menyasar kalangan generasi muda melalui produk vape.

Sementara itu, perwakilan BNN Provinsi Kepulauan Riau, Kombes Pol. Heriyanto, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur menggunakan liquid vape yang tidak jelas kandungannya.

Menurutnya, etomidate dapat merusak sistem saraf pusat dan fungsi otak dalam waktu relatif singkat sehingga berpotensi menimbulkan gangguan psikologis yang serius.

"Korban dapat kehilangan kemampuan berpikir normal, kehilangan motivasi hidup, hingga mengalami ketergantungan berat. Modus ini sangat berbahaya karena dikemas seolah-olah seperti liquid vape biasa dengan aroma yang menarik," jelasnya.

BNN juga mengajak media massa untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan liquid vape yang mengandung narkotika agar peredarannya tidak semakin meluas.

Pada kesempatan yang sama, Ditresnarkoba Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama TNI AL, Bea Cukai, BPOM, dan BNN dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika, termasuk modus baru melalui liquid vape dengan berbagai merek dan varian rasa.

Sebagai tindak lanjut, seluruh barang bukti berupa 100 botol liquid vape yang mengandung narkotika dimusnahkan guna mencegah penyalahgunaan dan memastikan barang tersebut tidak kembali beredar di tengah masyarakat.

Menutup konferensi pers, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kepulauan Riau yang berada di wilayah pesisir dan perbatasan, untuk berperan aktif membantu aparat dalam mencegah masuknya narkotika melalui jalur laut.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur menjadi kurir maupun membantu aktivitas penyelundupan dengan iming-iming upah yang besar. Menurutnya, jaringan narkotika kerap memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat untuk melancarkan aksinya.

"Masyarakat harus berani menolak segala bentuk keterlibatan dalam peredaran narkoba. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di wilayah perairan, pelabuhan, maupun kawasan pesisir, segera laporkan kepada TNI AL atau aparat penegak hukum lainnya. Kerja sama masyarakat sangat menentukan keberhasilan kita dalam memutus mata rantai peredaran narkotika," tegasnya.

Senada dengan itu, BNN Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat, terutama kalangan remaja dan generasi muda, agar tidak mencoba liquid vape yang tidak memiliki izin edar maupun tidak diketahui asal-usulnya. Modus peredaran narkotika kini terus berkembang dengan menyamarkan zat berbahaya ke dalam produk yang tampak legal dan menarik.

BNN juga mengajak para orang tua, tenaga pendidik, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada anak-anak maupun remaja mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI Angkatan Laut akan terus memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah perairan perbatasan bersama seluruh instansi terkait guna mempersempit ruang gerak sindikat penyelundupan narkotika.

"TNI Angkatan Laut akan terus hadir menjaga perairan Indonesia dari segala bentuk penyelundupan. Kami mengajak seluruh masyarakat menjadi mata dan telinga bagi negara. Bersama-sama kita selamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba," pungkasnya. (Rara)