Kapolsek Batu Ampar Kawal Distribusi Air Bersih Warga Tanjung Sengkuang
Batam24.com l Batam – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang melalui Polsek Batu Ampar menggelar rapat koordinasi bersama unsur pemerintah dan perwakilan masyarakat Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Jumat (23/1/2026). Rapat ini digelar sebagai respons atas gangguan distribusi air bersih yang berdampak pada ribuan warga setempat.
Rapat berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di RT 01 RW 04 Kelurahan Tanjung Sengkuang, dipimpin langsung Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si, selaku penanggung jawab wilayah. Hadir pula Camat Batu Ampar Yuliandi Saputra, S.STP, Manager Pelayanan dan Pelanggan SPAM BP Batam Fredi Simanjuntak, para lurah, perangkat kecamatan, ketua RW, serta jajaran Polsek Batu Ampar.
Dalam sambutannya, Kompol Amru Abdullah menegaskan bahwa Polri hadir untuk memastikan distribusi air bersih berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Pemerintah Kota Batam dan BP Batam telah menyiapkan solusi sementara dengan pendistribusian air bersih menggunakan lori tangki. Hari ini disiapkan 130 trip, namun berdasarkan data Kelurahan Tanjung Sengkuang kebutuhan aktual sebanyak 84 trip. Sisanya akan disimpan di tangki RW untuk cadangan warga,” jelas Kompol Amru.
Ia juga menegaskan bahwa Polsek Batu Ampar telah menerbitkan surat perintah pengamanan (Sprin) untuk mengawal pendistribusian air setiap hari agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun konflik di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Batu Ampar Yuliandi Saputra menyoroti pentingnya kesesuaian data dalam pendistribusian air. Menurutnya, sejumlah keluhan warga muncul akibat ketidaksesuaian antara data kebutuhan kelurahan dan realisasi di lapangan.
“Kami berharap pihak terkait menyalurkan air sesuai data resmi dari kelurahan agar bantuan ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Keluhan warga juga disampaikan para Ketua RW. Ketua RW 01, Abdul Aziz, menilai satu lori per RW belum efektif karena memicu antrean panjang hingga larut malam.
“Jika memungkinkan, setiap RW ditambah menjadi dua lori. Selain itu, jumlah trip sering tidak sesuai, misalnya kebutuhan 12 trip, yang datang hanya 8 trip,” ungkapnya.
Senada, Ketua RW 11 Rudi meminta agar distribusi air benar-benar sesuai data kelurahan agar warga tidak berebut dan kekurangan pasokan.
Menanggapi hal tersebut, Manager Pelayanan dan Pelanggan SPAM BP Batam Fredi Simanjuntak menyatakan pihaknya terbuka terhadap laporan dari masyarakat dan siap memperbaiki mekanisme distribusi.
“Kami akan membagikan blangko kebutuhan air lengkap dengan nomor kendaraan lori tangki serta nomor layanan pengaduan kepada setiap Ketua RW, agar koordinasi berjalan cepat dan transparan,” jelasnya.
Berdasarkan data Kelurahan Tanjung Sengkuang, gangguan air bersih ini berdampak pada 11 RW dan 46 RT, dengan total 3.697 Kepala Keluarga (KK). Hingga saat ini, proses pendistribusian air bersih masih terus berlangsung dan mendapat pengamanan dari 10 personel Polsek Batu Ampar setiap harinya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BP Batam, dan masyarakat dalam menangani persoalan air bersih sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Batu Ampar, Kota Batam. (Rara)





