Ledakan Kasus Keracunan Takjil di Surabaya: Puluhan Warga Dilarikan ke RSUD

Laporan mengenai kasus keracunan massal takjil di Surabaya pada 24 Maret 2026 yang menyebabkan puluhan warga dirawat, serta langkah investigasi dari Dinas Kesehatan dan kepolisian.

Ledakan Kasus Keracunan Takjil di Surabaya: Puluhan Warga Dilarikan ke RSUD
Waspada ya rek! Ada kejadian keracunan massal gara-gara takjil di Surabaya. Selalu cek kembali makanan yang kita konsumsi, apalagi kalau beli di pinggir jalan. Semoga para korban cepat sembuh!




IKLAN BC

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | SURABAYA – Kesehatan Masyarakat Kasus keracunan makanan massal menggemparkan warga Surabaya pada Selasa, 24 Maret 2026, setelah puluhan orang melaporkan gejala mual dan pusing usai menyantap takjil gratis. Takjil tersebut dibagikan oleh sebuah komunitas di kawasan Wonokromo saat menjelang waktu berbuka puasa sehari sebelumnya. Hingga pagi ini, tercatat 45 orang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo karena kondisi dehidrasi akut.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya bergerak cepat dengan mengambil sampel sisa makanan berupa es campur dan gorengan untuk diuji di laboratorium. Dugaan sementara mengarah pada penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya atau air yang tidak higienis dalam proses pembuatan es tersebut. Petugas kepolisian juga telah memintai keterangan dari pihak penyelenggara pembagian takjil guna menelusuri sumber bahan baku yang digunakan.

Suasana di IGD rumah sakit sempat membeludak karena pasien datang secara bersamaan sejak Senin malam hingga dini hari tadi. Tim medis dikerahkan secara maksimal untuk memberikan pertolongan pertama berupa pemberian cairan infus dan obat anti-racun. Beruntung, sebagian besar pasien kondisinya mulai stabil meskipun beberapa anak kecil masih harus diawasi ketat oleh dokter spesialis anak.

Wali Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima atau membeli makanan berbuka di pinggir jalan. Ia juga meminta para pelaku usaha kuliner musiman untuk tetap menjaga kebersihan dan kualitas bahan makanan demi keselamatan konsumen. "Niat baik berbagi harus dibarengi dengan prosedur kebersihan yang benar," tegasnya saat mengunjungi para korban.

Berita ini viral di grup-grup WhatsApp warga Surabaya sebagai pengingat untuk selalu waspada terhadap jajanan buka puasa. Banyak netizen yang menyayangkan kejadian ini terjadi di penghujung bulan suci Ramadan yang seharusnya penuh berkah. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa aroma es campur tersebut memang terasa sedikit aneh sebelum dikonsumsi.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan jika ditemukan unsur kelalaian yang disengaja dalam penyediaan makanan tersebut. Saat ini, lokasi pembagian takjil telah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih mendalam. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar sebelum hasil laboratorium resmi keluar.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh komunitas sosial yang ingin mengadakan aksi serupa di masa depan. Standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan massal kini menjadi bahasan hangat di kalangan dinas terkait. Semua pihak berharap para korban segera pulih dan bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga di rumah.

(Dykha)