Sektor Properti Batam Melejit: Permintaan Hunian Vertikal di Sekupang Meningkat 25%
Ulasan mengenai lonjakan investasi properti dan permintaan apartemen di kawasan Sekupang Batam per April 2026 yang didorong oleh kemudahan regulasi dan pembangunan infrastruktur.
(Batam24.com) | BATAM – Tren investasi properti di Kota Batam menunjukkan grafik yang sangat positif memasuki bulan April 2026, khususnya di wilayah Sekupang. Per Rabu, 8 April 2026, data dari asosiasi pengembang properti mencatat adanya kenaikan permintaan hunian vertikal atau apartemen sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekupang yang dulunya dikenal sebagai kawasan pinggiran, kini bertransformasi menjadi magnet baru bagi para investor dan ekspatriat karena lokasinya yang asri, dekat dengan pelabuhan internasional, dan adanya pengembangan kawasan wisata medis bertaraf dunia di sekitarnya.
Kenaikan ini didorong oleh kebijakan baru pemerintah yang memberikan kemudahan izin tinggal bagi warga asing yang berinvestasi di properti bernilai tertentu, serta masifnya pembangunan infrastruktur jalan layang yang mempersingkat waktu tempuh dari Sekupang ke pusat kota. Banyak pengembang kini berlomba-lomba menawarkan konsep hunian yang mengintegrasikan ruang kerja (home office) dan fasilitas kesehatan premium dalam satu kawasan. Pertumbuhan ini tidak hanya meningkatkan nilai lahan di Sekupang, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan layanan jasa properti bagi warga lokal.
Namun, pengamat ekonomi mengingatkan agar pengembang tetap memperhatikan aspek lingkungan dan ketersediaan lahan hijau agar tidak terjadi kepadatan yang tidak terkendali. Pemerintah daerah diminta untuk memperketat pengawasan terhadap izin mendirikan bangunan (IMB) agar tata ruang wilayah Sekupang tetap terjaga estetikanya. Dengan prospek yang sangat menjanjikan ini, Sekupang diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam yang mampu menyaingi kawasan Batam Centre dalam lima tahun ke depan.
(Dykha)






