TNI AL Gagalkan Penyelundupan Manusia, 14 PMI Non Prosedural Diamankan di Perairan Karimun
Batam24.com | Batam, 4 Mei 2026 – Komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan kembali dibuktikan. Tim Quick Response Region Naval Command Koarmada IV dari Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan manusia dengan mengamankan 14 Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI-NP) yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur ilegal, Minggu (3/5/2026).
Penindakan dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB di perairan Takong Iyu. Dalam operasi tersebut, petugas menghentikan sebuah boat selodang berwarna merah hitam bermesin 200 PK yang diduga mengangkut PMI non prosedural.
Dari hasil penindakan, diamankan satu orang tekong berinisial W (48) dan satu orang ABK berinisial A (37), serta 14 PMI non prosedural yang terdiri dari 9 laki-laki dan 5 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruhnya langsung dibawa ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Informasi awal operasi ini diperoleh dari laporan masyarakat terkait adanya rencana pengiriman PMI secara ilegal. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak menuju lokasi pada pukul 21.35 WIB dan sekitar pukul 23.35 WIB mendeteksi pergerakan kapal mencurigakan menuju arah perbatasan Malaysia.
Saat dilakukan pengejaran, kapal tidak mengindahkan perintah berhenti sehingga petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan. Kapal akhirnya berhasil dihentikan tanpa perlawanan, dan seluruh penumpang berhasil diamankan.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh PMI dalam kondisi sehat. Namun, tekong kapal terindikasi positif narkoba. Diketahui pula para PMI membayar biaya keberangkatan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp13 juta per orang.
Rencananya, ABK akan diserahkan kepada Satpolairud Polres Karimun untuk proses hukum lebih lanjut, sementara para PMI akan diserahkan kepada P4MI guna penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan ini merupakan implementasi perintah Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, dalam menegakkan hukum di laut serta mencegah tindak pidana penyelundupan manusia, khususnya di wilayah perbatasan.
TNI Angkatan Laut melalui Lanal Tanjung Balai Karimun menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan guna menjaga kedaulatan serta keamanan laut Indonesia dari berbagai ancaman kejahatan lintas negara.
(Rara)




