Bitcoin Awali 2026 dengan Gemilang: Tembus US$ 92.000 Saat Institusi Mulai Agresif
"Bitcoin (BTC) mengawali Januari 2026 dengan kuat di level US$ 92.450. Simak analisis kenaikan harga terbaru, dampak aksi borong 8.888 BTC oleh Tether, serta proyeksi pasar kripto di tengah kebijakan makroekonomi global tahun ini."
Batam24.com | JAKARTA – Pasar aset kripto membuka lembaran tahun 2026 dengan tren positif. Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, terpantau mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Setelah sempat mengalami volatilitas di akhir tahun lalu, BTC kini kokoh bertengger di level US$ 92.450 atau setara dengan kurang lebih Rp 1,56 Miliar.
Pemulihan Pasar dan Dominasi BTC
Kenaikan sebesar 1,10% dalam 24 jam terakhir ini menandakan pulihnya kepercayaan investor setelah periode konsolidasi yang panjang. Berdasarkan data pasar terbaru, dominasi Bitcoin terhadap aset kripto lainnya (Bitcoin Dominance) meningkat menjadi 58,6%, menunjukkan bahwa investor saat ini cenderung memilih aset yang dianggap lebih "aman" dan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
Aksi Korporasi: Tether Perkuat Cadangan
Salah satu pendorong utama sentimen positif minggu ini adalah langkah agresif dari Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT. Tether dilaporkan baru saja melakukan akumulasi sebesar 8.888 BTC ke dalam dompet cadangan mereka.
Langkah ini kian mempertegas tren "institusionalisasi" Bitcoin. Para analis berpendapat bahwa keterlibatan perusahaan besar dan kehadiran ETF (Exchange Traded Funds) yang semakin matang telah mengubah struktur pasar Bitcoin, membuatnya lebih tahan terhadap guncangan dibandingkan siklus-siklus tahun sebelumnya.
Proyeksi Ekonomi Global
Meskipun menunjukkan performa impresif, para pelaku pasar tetap waspada terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. Suku bunga yang diprediksi tetap tinggi dalam waktu dekat menjadi tantangan tersendiri bagi aset berisiko.
"Bitcoin saat ini berada dalam fase transisi. Kita tidak lagi hanya melihat spekulasi ritel, melainkan adopsi strategis dari sektor keuangan tradisional," ujar seorang analis pasar kripto. Ia menambahkan bahwa level resistensi kunci berikutnya berada di angka US$ 105.000. Jika angka ini tertembus, bukan tidak mungkin Bitcoin akan mencetak rekor tertinggi baru (All-Time High) sebelum pertengahan tahun 2026.
Ringkasan Statistik Pasar (6 Januari 2026):
| Indikator | Nilai |
| Harga BTC | US$ 92.450 |
| Perubahan 7 Hari | +4,6% |
| Kapitalisasi Pasar | US$ 1,84 Triliun |
| Volume 24 Jam | US$ 38,2 Miliar |
Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Artikel ini bertujuan untuk informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
(Dykha)





