Blackout Batam Picu Lonjakan Arus Kendaraan, Satlantas Polresta Barelang Siaga di Sejumlah Persimpangan
BATAM , Batam24.com – Pemadaman listrik atau blackout yang melanda Kota Batam berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang mengerahkan seluruh personel untuk melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Pengaturan dilakukan sejak Senin (12/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika pemadaman listrik terjadi, hingga pukul 23.00 WIB. Personel kepolisian disiagakan di sejumlah persimpangan strategis untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, terutama pada titik-titik yang lampu lalu lintasnya tidak berfungsi.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, S.I.K., M.H., mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi gangguan kelistrikan yang memengaruhi sistem pengaturan lalu lintas.
"Di masing-masing persimpangan tetap dilakukan rekayasa untuk pengaturan arus lalu lintas. Kami berupaya agar pergerakan kendaraan tetap berjalan lancar dan masyarakat bisa beraktivitas," ujarnya.
Sejumlah titik yang menjadi perhatian dalam pengaturan tersebut antara lain Simpang KDA, Simpang Teprimo, Simpang Masjid Raya, Simpang Kara, Simpang Fregi, Simpang Lubuk Baja, Simpang Telkom, Simpang Martabak Har, Simpang Nagoya Thamrin, dan Simpang Baloi.
Selain itu, berdasarkan keterangan Satlantas Polresta Barelang, pengaturan juga dilakukan di sejumlah persimpangan lain yang mengalami peningkatan volume kendaraan.
Masyarakat Berbondong-bondong ke Mal dan Hotel
Afiditya menjelaskan, kepadatan lalu lintas tidak hanya dipengaruhi oleh tidak berfungsinya lampu lalu lintas, tetapi juga meningkatnya aktivitas masyarakat di luar rumah selama pemadaman listrik.
Kondisi rumah yang gelap dan panas mendorong sebagian warga mencari tempat yang lebih nyaman, termasuk pusat perbelanjaan dan hotel yang memiliki fasilitas pendingin ruangan.
Situasi tersebut turut meningkatkan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan dan persimpangan Kota Batam.
"Pengalihan arus cukup banyak karena masyarakat juga banyak yang menuju mal dan hotel. Kondisi rumah yang panas dan gelap membuat sebagian warga memilih beraktivitas di luar. Akibatnya, arus lalu lintas cukup padat," jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, petugas melakukan rekayasa arus, pengalihan kendaraan, serta pengaturan langsung di persimpangan sesuai kebutuhan di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan sekaligus mencegah terjadinya hambatan berkepanjangan pada jalur-jalur utama.
Seluruh Personel Dikerahkan untuk Pelayanan Masyarakat
Kasat Lantas menegaskan, seluruh personel Satlantas Polresta Barelang dikerahkan untuk membantu pengaturan lalu lintas selama situasi kontingensi akibat blackout.
Kehadiran petugas di sejumlah persimpangan merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama ketika kondisi lalu lintas membutuhkan penanganan langsung.
Menurutnya, pengaturan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan kendaraan dan kebutuhan pengalihan arus di setiap lokasi.
Ia juga mengakui bahwa pengalihan kendaraan berlangsung di banyak titik sehingga tidak seluruh jalur alternatif dapat dijelaskan satu per satu. Namun, prinsip utamanya adalah menjaga pergerakan kendaraan tetap terkendali dan meminimalkan kemacetan.
Pengendara Diminta Saling Menghormati
Di tengah situasi tersebut, Afiditya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan selama berkendara.
Pengguna jalan diminta saling menghormati, mematuhi arahan petugas, tidak saling menyerobot, serta memahami rekayasa lalu lintas yang diterapkan demi kepentingan bersama.
"Kami mengimbau masyarakat agar saling menghormati di jalan raya dan memahami situasi ketika dilakukan rekayasa arus lalu lintas. Kami berharap masyarakat tetap sadar untuk patuh dan taat selama perjalanan," tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan masyarakat sangat diperlukan agar pengaturan lalu lintas dapat berjalan efektif, terutama ketika lampu lalu lintas tidak berfungsi akibat gangguan listrik.
Tanpa kerja sama antara petugas dan pengguna jalan, upaya mengurai kepadatan berpotensi menghadapi kendala, khususnya pada persimpangan dengan volume kendaraan tinggi.
Satlantas Polresta Barelang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sesuai semangat slogan Polri, "Polisi Bersama Masyarakat".
"Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Polisi hadir untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan, khususnya di bidang lalu lintas, agar perjalanan masyarakat tetap lancar," tutup Afiditya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban dapat menghubungi layanan Polisi 110.
Melalui pengerahan personel dan rekayasa arus lalu lintas tersebut, Polresta Barelang berharap mobilitas masyarakat di Kota Batam tetap terjaga serta risiko kemacetan dan kecelakaan dapat diminimalkan selama terjadi gangguan kelistrikan.
Polisi Bersama Masyarakat. (Rara)

