Era Baru EV Rakyat: Mobil Listrik Harga Terjangkau Dominasi Pasar Otomotif 2026

Artikel ini membahas tren terbaru pasar mobil listrik di Indonesia per Januari 2026, yang kini mulai didominasi oleh kendaraan listrik harga terjangkau (entry-level) di tengah perubahan kebijakan insentif pemerintah dan kenaikan harga pada model-model premium.

Era Baru EV Rakyat: Mobil Listrik Harga Terjangkau Dominasi Pasar Otomotif 2026
"Menjadi primadona baru di pasar otomotif Indonesia tahun 2026, BYD Atto 1 tampil memukau sebagai representasi 'EV Rakyat' yang menggabungkan efisiensi teknologi dengan harga yang lebih terjangkau. Kehadiran unit ini di berbagai pameran otomotif nasional membuktikan bahwa era kendaraan listrik kini semakin nyata dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas, didukung oleh percepatan perakitan lokal yang membuat harganya tetap kompetitif di tengah dinamika pasar."




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Industri otomotif Indonesia memasuki babak baru di awal tahun 2026 dengan pergeseran tren yang signifikan pada segmen kendaraan listrik (EV). Berdasarkan data terbaru per Januari 2026, pasar kini mulai didominasi oleh model-model "EV Rakyat" yang dibanderol dengan harga lebih kompetitif, yakni di kisaran Rp150 juta hingga Rp300 juta.

Fenomena ini dipicu oleh berakhirnya sejumlah insentif impor (CBU) di penghujung tahun 2025, yang memaksa para pabrikan otomotif untuk mempercepat proses perakitan lokal (CKD) guna menjaga stabilitas harga. Salah satu sorotan utama adalah BYD Atto 1 yang berhasil mencatatkan angka penjualan tertinggi di segmen menengah, bersaing ketat dengan Wuling Air EV dan pendatang baru seperti VinFast VF 3 yang kini dipasarkan dengan skema berlangganan baterai untuk menekan harga jual.

Meskipun beberapa merek premium seperti Hyundai terpantau menaikkan harga model Ioniq 5 dan Kona Electric hingga puluhan juta rupiah akibat penyesuaian pajak, minat konsumen di kota-kota besar seperti Jakarta dan Batam tetap stabil. Hal ini didukung oleh perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini mulai merambah area hunian dan pusat perbelanjaan kelas menengah.

Pakar otomotif memprediksi tahun 2026 akan menjadi tahun konsolidasi bagi industri EV nasional. Fokus utama tidak lagi hanya pada kecanggihan teknologi, melainkan pada ketahanan baterai dan ketersediaan layanan purna jual yang lebih luas di seluruh pelosok Indonesia.

(Dykha)