Gaya Retro Jadi Idola, Honda Astrea Kembali Naik Daun di Awal Tahun 2026
Artikel ini mengulas fenomena kembalinya popularitas motor Honda Astrea di awal tahun 2026. Mulai dari tren restorasi, kenaikan harga di pasar barang bekas, hingga alasan emosional dan teknis mengapa motor bebek jadul ini tetap dicintai oleh berbagai generasi di Indonesia.
Batam24.com | JAKARTA –Tren sepeda motor klasik di Indonesia nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda meredup. Memasuki Januari 2026, klan Honda Astrea kembali menjadi buah bibir di kalangan pecinta otomotif, mulai dari kolektor hingga anak muda yang gemar tampil necis dengan gaya retro. Motor bebek yang sempat berjaya di era 90-an ini kini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang membanggakan.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permintaan unit bekas untuk model-model legendaris seperti Astrea Prima, Astrea Grand (Bulus), hingga Astrea Legenda. Di berbagai platform jual beli daring, harga unit yang memiliki surat-surat lengkap dan mesin sehat kini dibanderol mulai dari Rp5 juta hingga menembus angka belasan juta rupiah jika kondisinya full orisinal atau hasil restorasi total.
Tidak hanya di pasar motor bekas, geliat industri pendukung seperti bengkel restorasi juga ikut kecipratan untung. Banyak pemilik motor lama yang rela merogoh kocek dalam, berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta, hanya untuk mengembalikan tampilan motor mereka ke kondisi "katalog" atau seperti baru keluar dari diler. Pencarian suku cadang New Old Stock (NOS) pun menjadi perburuan yang menantang namun memberikan kepuasan tersendiri bagi para pecintanya.
Selain faktor nostalgia, ketangguhan mesin seri C100 yang dikenal bandel dan sangat irit bahan bakar menjadi alasan utama mengapa motor ini tetap relevan di tahun 2026. Munculnya tren "Lady Astrea" atau pengendara wanita yang menggunakan motor bebek klasik ini juga semakin memperluas pasar dan membuat citra Astrea semakin inklusif di jalan raya.
Sementara itu, bagi mereka yang menginginkan tampilan klasik dengan teknologi modern, Honda sebenarnya masih memproduksi kembaran Astrea di pasar luar negeri, seperti Honda Dream 125 di Kamboja. Namun, bagi masyarakat Indonesia, nilai historis dan sentuhan emosional pada unit lokal tetap menjadi daya tarik yang tidak tergantikan.
(Dykha)





