Indonesia Resmi Operasikan Satelit Nusantara Lima, Targetkan Pemerataan Internet Cepat dan Uji Coba Jaringan 6G di Wilayah 3T
Artikel ini membahas mengenai pengoperasian penuh Satelit Nusantara Lima (N5) pada Januari 2026 yang bertujuan untuk memeratakan akses internet di wilayah 3T Indonesia dan mendukung riset teknologi 6G di masa depan.
Batam24.com | JAKARTA – Pengadilan Teknologi Indonesia kembali mencatat sejarah baru di awal tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital secara resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima (N5) secara penuh mulai hari ini, Jumat (23/1/2026). Satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) tercanggih ini diproyeksikan menjadi tulang punggung perluasan jaringan internet cepat, sekaligus menjadi basis uji coba teknologi 6G di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa pengoperasian N5 bukan sekadar penambahan infrastruktur, melainkan langkah nyata dalam pemerataan hak digital bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, satelit ini mampu memberikan layanan internet broadband yang jauh lebih stabil dan cepat dibandingkan generasi sebelumnya. "Mulai hari ini, anak-anak di pelosok Maluku, Papua, hingga daerah terpencil di Kepulauan Riau dapat menikmati akses informasi dengan kualitas yang sama dengan mereka yang berada di Jakarta," tegasnya dalam peluncuran operasional di Jakarta.
Selain meningkatkan kapasitas 4G dan 5G yang sudah ada, satelit Nusantara Lima juga dilengkapi dengan modul eksperimental untuk mendukung riset konektivitas 6G yang sedang dikembangkan secara global. Pemerintah menargetkan bahwa pada akhir tahun 2026, setidaknya 2.500 desa yang sebelumnya merupakan "blank spot" akan terhubung sepenuhnya dengan internet berkecepatan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi digital di pedesaan, memperkuat layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine), dan mendukung sistem pendidikan berbasis daring yang lebih inklusif.
Keberhasilan operasional Satelit N5 ini juga merupakan hasil kolaborasi strategis dengan berbagai mitra teknologi internasional, termasuk SpaceX yang membantu dalam proses peluncuran beberapa waktu lalu. Dengan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur, satelit ini akan mengawal kedaulatan digital Indonesia di ruang angkasa selama 15 tahun ke depan.
(Dykha)





