Lapas Cipinang Dorong Warga Binaan Berbagi Ilmu Lewat PKBM Warga Mandiri
JAKARTA, Batam24.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus mengembangkan program pendidikan dan pemberdayaan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Warga Mandiri. Salah satu upayanya dilakukan dengan mendorong Warga Binaan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sesama melalui kegiatan Knowledge Sharing.
Kegiatan yang digelar pada Senin (12/10) tersebut menghadirkan ARH, Warga Binaan yang memiliki pengalaman di industri minyak, sebagai pemateri sekaligus calon tutor. Dalam kesempatan itu, ia membagikan pengetahuan mengenai jenis minyak dan bahan bakar, proses distribusi, hingga dinamika pasar serta nilai ekonomi produk industri tersebut.
Materi disampaikan melalui diskusi interaktif yang membuka wawasan peserta tentang rantai bisnis industri minyak, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Pembahasan juga berkembang pada peluang kewirausahaan yang dapat dipelajari dari pengalaman tersebut.
ARH mengaku senang dapat membagikan ilmu yang diperolehnya selama bekerja di sektor industri. Menurutnya, pengalaman profesional yang dimiliki tetap dapat memberikan manfaat bagi orang lain, termasuk sesama Warga Binaan.
“Saya ingin pengalaman kerja yang pernah saya miliki tetap bisa bermanfaat. Ketika teman-teman tertarik dan mulai bertanya, saya merasa ilmu yang saya punya ternyata masih bisa dibagikan. Saya juga belajar bagaimana menyampaikan pengetahuan agar mudah dipahami,” ungkap ARH.
Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan peserta. ARS, salah seorang Warga Binaan, menilai pembelajaran melalui pengalaman langsung memberikan perspektif baru mengenai proses bisnis dan peluang ekonomi di balik produk yang digunakan sehari-hari.
“Awalnya saya hanya tahu minyak sebagai bahan bakar yang kita gunakan sehari-hari. Ternyata di baliknya ada proses panjang dan peluang usaha yang menarik untuk dipelajari. Kegiatan seperti ini membuat kami mendapat pengetahuan baru dari pengalaman teman sendiri,” ujarnya.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Cipinang, Yudha Ageng CH, menjelaskan bahwa Knowledge Sharing merupakan agenda rutin setiap Jumat. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan Warga Binaan, tetapi juga mengidentifikasi potensi mereka untuk dikembangkan menjadi calon tutor.
Menurut Ageng, setiap Warga Binaan memiliki pengalaman, keterampilan, dan kemampuan yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi orang lain. Karena itu, Lapas Cipinang berupaya memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Bapak Kalapas, Dr. Syarpani, terus mendorong agar setiap Warga Binaan mendapat ruang untuk mengembangkan potensinya. Melalui kegiatan rutin setiap Jumat ini, kami melatih calon tutor untuk berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan mengajar. Jadi, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga belajar menjadi pendidik bagi sesamanya,” jelas Ageng.
Melalui pendekatan peer learning atau pembelajaran antarsesama, PKBM Warga Mandiri menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk saling bertukar pengetahuan, mengasah keterampilan komunikasi, serta mengembangkan kemampuan mengajar berdasarkan pengalaman nyata.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pembelajaran formal, tetapi juga pada pengembangan potensi dan keterampilan individu.
Dengan memanfaatkan pengalaman profesional yang dimiliki Warga Binaan, Lapas Kelas I Cipinang berupaya membangun lingkungan pembelajaran yang produktif dan saling memberdayakan. Pengalaman masa lalu pun dapat menjadi bekal untuk menciptakan manfaat baru, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Melalui PKBM Warga Mandiri, semangat berbagi ilmu diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari proses pembinaan yang mendukung peningkatan kapasitas serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (Rara)

