Pelayanan Kecamatan Sekupang Disorot, Warga Keluhkan Lamban dan Minim Profesionalitas
Batam24.com | Batam – Wajah pelayanan publik di Kecamatan Sekupang kembali menjadi sorotan tajam. Sejumlah warga mengeluhkan buruknya kinerja aparatur yang dinilai lamban, tidak profesional, serta terkesan mengabaikan kepentingan masyarakat, Senin (6/4/2026).
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku harus menunggu hampir satu jam hanya untuk mengurus satu lembar surat administrasi. Ironisnya, setelah dokumen selesai, ditemukan kesalahan sehingga harus diperbaiki kembali dan membuat waktu pelayanan semakin panjang.
“Ini sangat mengecewakan. Sudah lama menunggu, begitu jadi malah salah. Harus ulang lagi, tambah waktu lagi. Seperti dipermainkan,” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan tidak berhenti pada lamanya proses. Warga juga menyoroti ketidakhadiran pejabat yang berwenang menandatangani dokumen saat jam pelayanan masih berlangsung. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa pulang tanpa hasil meski telah menunggu cukup lama.
“Jam kerja belum selesai, tapi yang tanda tangan tidak ada. Ini pelayanan atau pembiaran?” kata warga lainnya.
Kondisi tersebut memunculkan kesan lemahnya pengawasan dalam sistem pelayanan di Kecamatan Sekupang. Minimnya ketelitian petugas, kurangnya kesiapan aparatur, serta absennya pejabat penanggung jawab di jam kerja dinilai sebagai indikator rendahnya disiplin birokrasi.
Menanggapi hal tersebut, Camat Sekupang saat dikonfirmasi menyebut bahwa keterlambatan dalam pelayanan merupakan hal yang wajar karena adanya proses pemeriksaan berkas.
“Biasa itu, butuh waktu periksa berkas,” ujarnya singkat.
Namun, pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan masyarakat. Warga menilai sikap tersebut tidak mencerminkan upaya perbaikan pelayanan, bahkan terkesan membela kinerja aparatur yang dinilai tidak optimal.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kota Batam untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur di Kecamatan Sekupang. Mereka meminta adanya tindakan tegas terhadap pegawai yang tidak disiplin, termasuk pejabat yang tidak berada di tempat saat jam kerja.
“Kalau begini terus, bagaimana masyarakat bisa percaya? Urus satu surat saja seperti ini, apalagi yang lebih penting,” tambah warga.
Warga menegaskan bahwa pelayanan publik seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Ketika pelayanan justru berjalan amburadul, bukan hanya citra instansi yang tercoreng, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah ikut tergerus. (Red)






