Tim SAR Cari 27 Penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Maluku Utara
Operasi pencarian besar-besaran oleh Tim SAR terhadap 27 penumpang kapal tenggelam di perairan Taliabu, Maluku Utara pada 31 Maret 2026 akibat cuaca ekstrem.
Batam24.com | TALIABU – Penyelamatan Darurat Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berpacu dengan waktu pada Selasa, 31 Maret 2026, untuk mencari 27 orang penumpang yang dilaporkan hilang setelah kapal mereka karam di perairan Pulau Taliabu, Maluku Utara. Kapal penumpang tersebut bertolak dari Pelabuhan Taliabu menuju Kema, Sulawesi Utara, namun dihantam gelombang tinggi dan cuaca ekstrem pada Minggu malam. Upaya pencarian hari ini difokuskan pada titik koordinat terakhir di mana sebuah rakit darurat terlihat terombang-ambing di laut lepas.
Kepala Kantor SAR Palu, Muhammad Rizal, menjelaskan bahwa kondisi laut yang masih bergejolak menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Helikopter dan kapal penyelamat telah dikerahkan sejak pagi tadi untuk menyisir area seluas 50 mil laut. Sejauh ini, tim baru berhasil menemukan serpihan badan kapal dan beberapa pelampung milik penumpang, namun keberadaan 27 orang tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
Keluarga korban tampak berkumpul di posko pengungsian dengan penuh harap menanti kabar baik dari tim penyelamat. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan bantuan medis dan logistik bagi para penyintas yang kemungkinan berhasil ditemukan. Cuaca buruk yang melanda wilayah Indonesia Timur dalam beberapa hari terakhir memang telah mengakibatkan beberapa gangguan transportasi laut dan udara.
Viral di media sosial permintaan doa dari sanak saudara korban yang berharap ada keajaiban dalam proses pencarian ini. Relawan dari masyarakat pesisir juga turut membantu dengan perahu-perahu tradisional untuk memantau area yang dangkal. Pihak otoritas pelabuhan sedang melakukan audit terhadap manifes penumpang dan kelayakan kapal guna mencari tahu penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.
Dugaan awal menyebutkan adanya kelebihan muatan serta minimnya alat keselamatan di atas kapal saat insiden terjadi. Menteri Perhubungan telah menginstruksikan pemeriksaan ketat terhadap semua operasional pelayaran di wilayah terpencil guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Keselamatan penumpang harus selalu menjadi prioritas di atas keuntungan ekonomi semata.
Tim SAR berjanji akan memperluas area pencarian hingga ke wilayah perairan Sulawesi jika kondisi arus laut mendukung. Sinyal darurat terus dipantau melalui satelit untuk melacak keberadaan rakit yang dilaporkan warga tersebut. Semua pihak berdoa agar ke-27 penumpang tersebut masih dapat ditemukan dalam kondisi selamat meskipun sudah terombang-ambing lebih dari 48 jam.
Hingga Selasa siang, pencarian masih terus berlangsung tanpa henti dengan dukungan penuh dari TNI Angkatan Laut. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area pencarian agar tidak mengganggu pergerakan kapal penyelamat. Informasi terbaru mengenai hasil pencarian akan disampaikan secara berkala melalui posko darurat di Pelabuhan Taliabu.
(Dykha)






