Infrastruktur: Progres Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kepulauan Riau

PSN Kepri, Jembatan Batam Bintan, Proyek Strategis Nasional, BP Batam, Infrastruktur Kepri, Dam Teluk Bintan, Ekonomi Kepri, Rempang Eco-City

Infrastruktur: Progres Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kepulauan Riau
Progres pembangunan Kepulauan Riau semakin nyata! Pemerintah terus menggenjot penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai dari Jembatan Batam-Bintan hingga ketersediaan air bersih melalui Bendungan Muara Teluk Bintan. Langkah besar ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan memicu lonjakan ekonomi di wilayah perbatasan. Simak detail lengkapnya hanya di Batam24.com.




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | KEPRI – Pemerintah pusat terus mempercepat pengerjaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) guna memperkuat konektivitas antar-pulau dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Berdasarkan data terbaru hingga Januari 2026, fokus utama pembangunan tertuju pada integrasi infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, serta pengembangan kawasan ekonomi baru yang terintegrasi.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian publik adalah perkembangan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Meski sempat mengalami penyesuaian status, progres Detail Engineering Design (DED) dan skema pembiayaan melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) terus dimatangkan. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya menjadi jembatan terpanjang di Indonesia dengan teknologi cable-stayed, tetapi juga akan berfungsi sebagai jalan tol yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Tanjungsauh, hingga Pulau Bintan.

Selain jembatan, Presiden Prabowo Subianto juga telah menetapkan beberapa PSN baru di Kepri, termasuk pembangunan Estuary Dam (Bendungan Muara) Teluk Bintan. Proyek bendungan ini dinilai sangat krusial untuk menjamin ketersediaan air baku bagi masyarakat di Pulau Bintan dan Batam dalam jangka panjang, bahkan memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan ekspor air ke negara tetangga, Singapura.

Di Batam sendiri, BP Batam menetapkan sedikitnya 15 proyek strategis untuk tahun anggaran 2026. Pembangunan ini mencakup peningkatan kapasitas jalan-jalan arteri, pengembangan infrastruktur pendukung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti KEK Tanjung Sauh dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional, serta kelanjutan pengembangan Rempang Eco-City yang kini mulai memasuki tahap pembangunan hunian permanen bagi warga terdampak.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap sinergi antara proyek pusat dan daerah ini dapat selesai tepat waktu untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Kepri di kancah internasional. Keberhasilan proyek-proyek ini diyakini akan menjadi motor penggerak utama bagi ekonomi hijau dan digital di kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) di masa depan.

(Dykha)