Kapolda Kepri dan PWI Perkuat Sinergi, Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas Daerah

Kapolda Kepri dan PWI Perkuat Sinergi, Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas Daerah
Foto: Istimewa



BATAM, Batam24.com – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., menerima audiensi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers dalam menjaga stabilitas keamanan serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Audiensi itu turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., perwakilan Itwasda Polda Kepri, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, serta sejumlah pengurus PWI Kepri.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Kepri menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dan media massa untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang berimbang, berdasarkan fakta, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kapolda juga mengajak insan pers untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoaks serta informasi provokatif yang berpotensi memicu keresahan publik dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Riau.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, profesionalisme jurnalistik dinilai semakin penting agar masyarakat mendapatkan pemberitaan yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Selain persoalan informasi publik, Kapolda Kepri turut menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, situasi keamanan yang kondusif perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka antara investor, masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.

Dengan komunikasi yang baik, potensi persoalan di lapangan diharapkan dapat diketahui sejak dini dan diselesaikan melalui langkah-langkah yang tepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menyambut baik audiensi tersebut. Ia menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan pers sekaligus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan fakta dan kepentingan publik.

Menurutnya, media juga memiliki peran dalam membantu mendeteksi potensi persoalan sosial, termasuk kemungkinan terjadinya konflik antara investor dan masyarakat. Karena itu, komunikasi serta koordinasi antarpihak diperlukan agar setiap persoalan dapat diantisipasi dan diselesaikan secara proporsional.

Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo berharap PWI Kepri terus mendukung penyebaran informasi yang positif, aktual, dan sesuai fakta. Hal tersebut dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital yang memungkinkan berita tersebar dengan cepat, termasuk informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Polda Kepri, lanjutnya, juga membuka ruang bagi kritik, saran, dan masukan dari kalangan pers. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Melalui audiensi ini, hubungan kemitraan antara Polda Kepri dan PWI diharapkan semakin solid, tidak hanya dalam penyampaian informasi kepada publik, tetapi juga dalam mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas dan pencegahan potensi konflik sosial.

Sinergi kepolisian dan pers diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya verifikasi berita, serta menjaga stabilitas keamanan di Kepulauan Riau. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Polisi Bersama Masyarakat (Rara)