Otomotif: Tren Kendaraan Listrik (EV) Murah di Pasar Domestik

Artikel ini mengulas tren terbaru pasar kendaraan listrik di Indonesia per Januari 2026 yang didominasi oleh kemunculan mobil listrik dengan harga terjangkau di bawah Rp200 juta. Mengupas berbagai merek populer seperti Changan, Wuling, BYD, dan Geely yang mulai bersaing ketat di segmen ekonomi.

Otomotif: Tren Kendaraan Listrik (EV) Murah di Pasar Domestik
Bukan sekadar tren, tapi masa depan! Wuling Air ev hadir sebagai solusi mobilitas cerdas di tengah padatnya perkotaan. Desain futuristik, kompak, dan yang pasti jauh lebih hemat dari kendaraan konvensional. Siapa bilang mobil listrik harus mahal? Kini saatnya beralih ke energi hijau!




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Pasar otomotif Indonesia di awal tahun 2026 disambut dengan gairah baru melalui tren kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dengan harga yang semakin kompetitif. Sejumlah produsen otomotif global mulai memperkenalkan lini model terbaru mereka yang menyasar segmen harga di bawah Rp200 juta, menjadikan mobil listrik bukan lagi barang mewah, melainkan solusi mobilitas harian bagi masyarakat luas.

Beberapa model yang mencuri perhatian publik antara lain Changan Lumin EV yang saat ini memegang predikat mobil listrik termurah dengan harga sekitar Rp178 jutaan. Tak ketinggalan, Wuling melalui Air ev Lite dan Air ev Lite Long Range tetap menjadi pemain kuat di kisaran harga Rp184 juta hingga Rp195 juta. Persaingan semakin panas dengan masuknya BYD Atto 1 Dynamic yang dibanderol mulai dari Rp199 juta serta kehadiran pendatang baru seperti Geely EX2 dan VinFast VF3 yang menawarkan skema berlangganan baterai untuk menekan harga jual awal.

Fenomena "EV Murah" ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang terus mendorong lokalisasi produksi baterai dan perakitan kendaraan di dalam negeri. Dengan beroperasinya beberapa pabrik baterai lokal, biaya produksi dapat ditekan secara signifikan. Meskipun para pengamat memprediksi pasar akan memasuki fase konsolidasi pada tahun 2026, antusiasme konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan tetap tinggi, terutama didorong oleh biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional.

(Dykha)