Revolusi Kendaraan Listrik: Terobosan Baterai Solid-State Mampu Tempuh 1.200 KM dengan Pengisian 10 Menit

Artikel ini membahas terobosan terbaru teknologi baterai solid-state yang mampu menempuh jarak 1.200 km dengan waktu pengisian hanya 10 menit, menandai era baru bagi industri kendaraan listrik global di tahun 2026.

Revolusi Kendaraan Listrik: Terobosan Baterai Solid-State Mampu Tempuh 1.200 KM dengan Pengisian 10 Menit
Tidak ada lagi drama "range anxiety" atau nunggu lama di tempat pengisian daya. Dengan terobosan terbaru teknologi baterai solid-state, mobil listrik kini bisa menempuh jarak hingga 1.200 KM hanya dalam satu kali pengisian. Bayangkan, isi daya cuma 10 menit, tapi bisa dipakai perjalanan jauh tanpa henti!




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Dunia otomotif global tengah berada di ambang revolusi besar menyusul pengumuman terobosan terbaru dalam teknologi penyimpanan energi. Sebuah perusahaan otomotif raksasa secara resmi mengumumkan keberhasilan uji coba baterai solid-state generasi terbaru yang diklaim akan mengakhiri kekhawatiran pengguna kendaraan listrik terkait jarak tempuh dan durasi pengisian daya.

Teknologi baterai solid-state ini menggunakan elektrolit padat, berbeda dengan baterai litium-ion konvensional yang menggunakan cairan. Perubahan fundamental ini memungkinkan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dan tingkat keamanan yang lebih baik karena risiko terbakar yang sangat minim. Dalam hasil uji laboratorium dan lintasan, baterai ini mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 1.200 kilometer hanya dalam satu kali pengisian daya penuh.

Selain jarak tempuh yang fantastis, keunggulan utama lainnya terletak pada kecepatan pengisian. Baterai ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengisi daya dari 10% hingga 80%. Kecepatan ini hampir setara dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU konvensional. Terobosan ini diprediksi akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi energi global dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik secara menyeluruh pada tahun 2026 ini.

Para analis industri menyebutkan bahwa tantangan berikutnya adalah skala produksi massal dan penekanan biaya manufaktur agar kendaraan dengan teknologi ini dapat dijangkau oleh pasar luas. Namun, dengan keberhasilan uji coba ini, peta persaingan industri otomotif dipastikan akan berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.

(Dykha)