Pasar Keuangan Global dan Domestik Bergairah: IHSG Tembus Rekor Baru di Tengah Lonjakan Aset Kripto

Artikel ini mengulas kondisi terkini pasar keuangan per 20 Januari 2026, menyoroti rekor baru IHSG di level 9.156 dan reli harga Bitcoin yang mendekati US$95.000. Dibahas pula mengenai pengaruh investasi institusional Tether serta kehadiran Danantara di WEF Davos terhadap sentimen pasar modal Indonesia.

Pasar Keuangan Global dan Domestik Bergairah: IHSG Tembus Rekor Baru di Tengah Lonjakan Aset Kripto
IHSG terpantau kokoh di level 7.526,89! ???? Tren positif terus menyelimuti lantai bursa hari ini dengan kenaikan 0,16%. Saham BRMS dan CUAN jadi sorotan utama para investor. Siap-siap jemput cuan lebih lebar




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA –  Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (20/1/2026) dibuka tangguh dan sempat menyentuh level 9.156, sebuah rekor yang menunjukkan kepercayaan diri investor terhadap fundamental ekonomi nasional. Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif rilis data ekonomi domestik serta optimisme pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara yang mulai aktif melakukan penjajakan strategis di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Sejumlah saham unggulan (blue chip) seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih menjadi motor penggerak utama pasar, meskipun investor juga mulai melirik sektor teknologi dan manufaktur yang diproyeksikan tumbuh di atas 5% tahun ini. Meski demikian, para analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap dinamika global, terutama isu fragmentasi ekonomi dan potensi perang tarif antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang bisa memicu volatilitas jangka pendek.

Di sisi lain, pasar aset kripto juga tidak kalah membara. Bitcoin (BTC) berhasil mempertahankan momentumnya dengan diperdagangkan di kisaran US$95.000. Salah satu katalis utamanya adalah aksi akumulasi besar-besaran oleh institusi global. Tether dilaporkan kembali memborong sekitar 8.888 BTC, yang kini menempatkan mereka sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia.

Sentimen positif ini juga merambah ke altcoin. XRP dan Dogecoin mencuri perhatian setelah mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 20%, didorong oleh meningkatnya arus dana masuk (inflow) pada produk ETF (Exchange-Traded Fund) kripto di Amerika Serikat. Para analis memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi periode konsolidasi yang kuat bagi aset digital seiring dengan semakin jelasnya regulasi di berbagai negara besar.

(Dykha)