Desa Wisata 5G: Magnet Baru Bagi Para Digital Nomad Dunia di Indonesia
Mengulas fenomena digital nomad yang mulai merambah desa wisata Indonesia berkat dukungan infrastruktur internet 5G yang merata.
Batam24.com | BALI – Desa-desa di pelosok Indonesia kini tidak lagi identik dengan ketertinggalan teknologi. Pada tahun 2026, program pemerataan infrastruktur 5G telah mengubah banyak desa wisata menjadi hub bagi para digital nomad atau pekerja jarak jauh lintas negara. Dengan biaya hidup yang relatif terjangkau, udara yang bersih, dan koneksi internet super cepat, desa-desa di Bali, Lombok, hingga Sumatra Barat mulai dipenuhi oleh para profesional yang bekerja untuk perusahaan teknologi global sambil menikmati kopi di pinggir sawah.
Dampak ekonomi yang dihasilkan sangat signifikan. Bukan hanya pemilik penginapan, namun petani lokal pun mulai beradaptasi dengan menyediakan produk organik untuk kebutuhan konsumsi para ekspatriat digital ini. Munculnya ruang-ruang kerja bersama (co-working space) dengan desain arsitektur bambu yang estetik menambah daya tarik desa wisata. Namun, tantangan baru muncul dalam hal menjaga keaslian budaya lokal agar tidak tergerus oleh gaya hidup barat. Pemerintah daerah kini giat mensosialisasikan aturan tinggal yang menghormati adat istiadat setempat agar kolaborasi antara teknologi modern dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan.
(Dykha)





