Ekonomi Digital: Peluncuran Mata Uang Digital Nasional (CBDC)

Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan fase pertama Rupiah Digital (CBDC) untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital, meningkatkan efisiensi transaksi, dan menjaga kedaulatan moneter di era digital.

Ekonomi Digital: Peluncuran Mata Uang Digital Nasional (CBDC)
Era baru keuangan digital telah tiba! ???????? Bank Indonesia resmi meluncurkan fase pertama Rupiah Digital (CBDC) sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan moneter dan mempercepat efisiensi transaksi di seluruh negeri. Dengan integrasi teknologi blockchain, masa depan ekonomi Indonesia kini berada dalam genggaman digital yang lebih aman, transparan, dan inklusif. Mari bersiap menghadapi transformasi sistem pembayaran yang lebih modern!




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Pengadilan Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia secara resmi telah memasuki babak baru dalam transformasi sistem keuangan dengan meluncurkan fase pertama Mata Uang Digital Bank Sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) yang dikenal sebagai Rupiah Digital. Langkah strategis ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pionir di Asia Tenggara dalam mengadopsi teknologi blockchain untuk stabilitas moneter nasional.

Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa peluncuran ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan Rupiah di tengah masifnya penggunaan aset kripto dan mata uang digital swasta. Pada tahap awal ini, penggunaan Rupiah Digital difokuskan pada platform "Wholesale" yang melibatkan transaksi antar bank besar dan lembaga keuangan sebelum nantinya diperluas untuk penggunaan ritel oleh masyarakat umum.

Integrasi ini diharapkan dapat memangkas biaya transaksi antarnegara, meningkatkan transparansi keuangan, serta mempercepat proses penyelesaian pembayaran yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari menjadi hitungan detik. Pemerintah juga menjamin bahwa aspek keamanan siber dan perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama dalam infrastruktur Rupiah Digital ini untuk menghindari risiko peretasan dan pencucian uang.

Dengan hadirnya mata uang digital nasional, ekosistem ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh lebih inklusif, memungkinkan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan akses layanan perbankan yang lebih mudah melalui perangkat seluler tanpa harus bergantung pada infrastruktur perbankan fisik secara konvensional.

(Dykha)