Pengaruh Halving dan Siklus Empat Tahunan Terhadap Harga Bitcoin
Menganalisis siklus empat tahunan Bitcoin dan bagaimana mekanisme halving memengaruhi harga serta psikologi pasar.
Batam24.com | JAKARTA – Sejarah pergerakan harga Bitcoin selalu berkaitan erat dengan siklus empat tahunan yang dipicu oleh mekanisme halving atau pengurangan imbal hasil penambangan. Fenomena ini secara teori mengurangi pasokan Bitcoin baru yang masuk ke pasar, yang jika dibarengi dengan permintaan yang stabil atau meningkat, akan mendorong kenaikan harga secara signifikan. Investor kawakan biasanya mulai melakukan akumulasi jauh sebelum momentum ini terjadi untuk memaksimalkan potensi keuntungan.
Di tahun 2026, dampak dari siklus-siklus sebelumnya masih terasa dengan adopsi Bitcoin yang semakin meluas sebagai aset cadangan nilai. Kelangkaan digital yang dimiliki Bitcoin menjadikannya sering dijuluki sebagai "Emas Digital" oleh banyak analis keuangan global. Ketahanan Bitcoin melewati berbagai fase bear market membuktikan bahwa fundamental teknologi di baliknya cukup kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi makro yang beragam.
Meski siklus historis sering menjadi acuan, investor diingatkan bahwa kondisi pasar saat ini jauh lebih kompleks dengan masuknya pemain institusi besar. Pergerakan harga tidak lagi hanya bergantung pada pasokan internal, tetapi juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global dan sentimen pasar saham. Analisis yang komprehensif tetap diperlukan agar tidak terjebak pada spekulasi buta yang hanya mengandalkan data historis semata tanpa melihat konteks terkini.
(Dykha)





