Rutan Batam dan BNNP Kepri Bekali Warga Binaan Keterampilan Budikdamber untuk Kemandirian

Rutan Batam dan BNNP Kepri Bekali Warga Binaan Keterampilan Budikdamber untuk Kemandirian
Foto: Istimewa



BATAM , Batam24.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan yang berorientasi pada kemandirian.

Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Vokasi Pascarehabilitasi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dengan komoditas ikan lele yang dilaksanakan pada 8 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut ditujukan khususnya bagi peserta pascarehabilitasi sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya ikan, tetapi juga didorong untuk membangun kepercayaan diri serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Metode Budikdamber dipilih karena relatif sederhana dan dapat diterapkan pada lahan yang terbatas. Konsep tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif maupun usaha skala rumahan.

Dalam pelatihan, peserta diberikan pemahaman mengenai sejumlah tahapan budidaya ikan lele, mulai dari menyiapkan wadah dan media, memilih serta menebar bibit, memberikan pakan, melakukan perawatan, hingga mengelola hasil panen.

Keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan selama mengikuti program pembinaan, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan ketika peserta telah kembali ke tengah masyarakat.

Di sisi lain, pelatihan Budikdamber juga menjadi sarana untuk membentuk sejumlah nilai positif. Proses budidaya yang membutuhkan perawatan rutin mendorong peserta untuk belajar disiplin, bertanggung jawab, tekun dan konsisten dalam menjalankan setiap tahapan.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan dan reintegrasi sosial, terutama bagi peserta pascarehabilitasi yang membutuhkan bekal untuk membangun kembali kehidupan yang lebih produktif.

Kolaborasi Rutan Batam dan BNNP Kepri menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga diarahkan pada penguatan keterampilan sebagai modal bagi warga binaan dalam menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembinaan.

Rutan Batam terus mendorong agar program pembinaan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan mampu melihat peluang, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memiliki kesiapan lebih baik ketika kembali ke masyarakat.

Pelatihan Budikdamber ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun harapan baru bagi warga binaan, bahwa proses perubahan dapat dimulai melalui keterampilan sederhana yang ditekuni secara disiplin dan berkelanjutan. (Rara)