Hari ke-13, Tim Gabungan Terus Berjuang Padamkan Karhutla di Resun Pesisir Lingga

Hari ke-13, Tim Gabungan Terus Berjuang Padamkan Karhutla di Resun Pesisir Lingga
Foto: Istimewa



LINGGA, Batam24.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, masih dalam penanganan. Memasuki hari ke-13, tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap dan menyisakan bara, Kamis (17/9/2026).

Pemadaman dilakukan mulai sekitar pukul 11.00 WIB. Personel Polsek Daik Lingga bersama enam personel BKO Brimobda Kepulauan Riau dan masyarakat Desa Resun Pesisir bergerak menuju lokasi dengan membawa berbagai perlengkapan pemadaman.

Peralatan yang digunakan antara lain mesin Robin atau pompa penyedot air, selang isap, selang air berukuran 1,5 dan 2,5 inci, sepatu boots, alat pelindung diri (APD), perangkat komunikasi serta drone untuk membantu pemantauan kondisi di lapangan.

Sekitar pukul 11.45 WIB, tim tiba di lokasi dan langsung menyusuri area menuju titik api terakhir. Selain melakukan penyemprotan air, petugas juga membuat sekat bakar untuk menghambat kemungkinan meluasnya api ke area lainnya.

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Lahan yang terbakar didominasi tanah gambut dan rawa kering. Sejumlah pepohonan besar yang telah lapuk juga berada di sekitar titik api sehingga bara masih dapat bertahan di dalam lahan dan berpotensi kembali menyala.

Cuaca panas disertai angin kencang turut menyulitkan proses pemadaman. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan sumber air dan peralatan serta titik api yang tersebar di beberapa lokasi.

Masyarakat Desa Resun Pesisir turut membantu dengan membuka akses jalan menuju kawasan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan agar personel dan peralatan pemadaman dapat lebih mudah mencapai titik api yang berada di lokasi dengan medan cukup sulit.

Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, tim masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar. Kepulan asap dan bara masih ditemukan di beberapa titik. Karena itu, pemadaman dan pendinginan direncanakan kembali dilanjutkan pada Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, karhutla yang terjadi sejak 5 September 2026 tersebut diperkirakan telah berdampak pada lahan seluas sekitar 26 hektare, termasuk area yang sebelumnya telah terbakar.

Dari luasan tersebut, sekitar 25 hektare telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penanganan dan pemantauan secara berkelanjutan guna mencegah munculnya kembali api.

Dalam kegiatan pemadaman tersebut, tiga personel Polsek Daik Lingga, enam personel BKO Brimobda Kepulauan Riau dan 10 warga Desa Resun Pesisir terlibat langsung di lapangan.

Selain penanganan kebakaran, Polsek Daik Lingga juga melakukan monitoring lokasi, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), berkoordinasi dengan Kepala Desa Resun Pesisir serta menyampaikan perkembangan penanganan kepada pimpinan.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Upaya pemadaman akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta memperkuat koordinasi antara kepolisian, masyarakat dan pihak terkait hingga kondisi di lokasi benar-benar aman.

(Rara)