Lonjakan Ekspor Kopi Spesialti Indonesia: Harga Kopi Dunia Melambung Akibat Krisis Pasokan Global

Ulasan mengenai tren kenaikan harga kopi dunia pada tahun 2026 dan peluang besar bagi ekspor kopi spesialti Indonesia di tengah krisis pasokan global.

Lonjakan Ekspor Kopi Spesialti Indonesia: Harga Kopi Dunia Melambung Akibat Krisis Pasokan Global
Emas hitam Indonesia sedang naik daun! Di tengah krisis pasokan dunia, aroma kopi nusantara justru makin mendunia dan harganya terus meroket. Buat kamu pecinta kopi, siap-siap sedikit merogoh kocek lebih dalam demi secangkir kualitas, tapi bangga dong kopi kita jadi rebutan global?




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | JAKARTA – Pengadilan pasar komoditas perkebunan saat ini sedang tertuju pada komoditas kopi yang mengalami lonjakan harga secara signifikan di awal tahun 2026. Harga kopi jenis Arabika dan Robusta di pasar internasional terus merangkak naik menyusul adanya gangguan produksi di beberapa negara produsen utama akibat fenomena cuaca ekstrem. Situasi ini menjadi berkah bagi para petani kopi di Indonesia, karena permintaan terhadap biji kopi spesialti asal tanah air meningkat pesat dari pasar Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia Timur.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas lahan kopi rakyat guna menangkap peluang pasar yang sedang terbuka lebar ini. Saat ini, kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk biji mentah (green bean), tetapi juga mulai banyak dalam bentuk produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Tren gaya hidup meminum kopi berkualitas di kalangan generasi muda global turut memperkuat posisi kopi Indonesia yang dikenal memiliki profil rasa yang unik dan beragam dari Sabang sampai Merauke.

Namun, kenaikan harga di pasar global ini juga berdampak pada harga jual kopi di tingkat lokal. Para pelaku usaha coffee shop di berbagai kota besar di Indonesia kini mulai melakukan penyesuaian harga demi menjaga keberlangsungan bisnis mereka. Meski demikian, para pengamat ekonomi melihat bahwa sektor perkebunan kopi akan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang paling tangguh tahun ini. Inovasi teknologi pascapanen yang lebih modern diharapkan dapat terus menjaga kualitas agar kopi Indonesia tetap menjadi primadona di tengah persaingan ketat pasar komoditas dunia.

(Dykha)