Buntut Penggerebekan Narkoba dan Judi di Batam, Ketua PWO Dwipa Kepri Minta Kapolri Copot Kapolda Kepri
Ketua PWO Dwipa Kepri Hansman Erdianto meminta Kapolri mengevaluasi hingga mencopot Kapolda Kepri menyusul rangkaian penggerebekan narkoba dan dugaan perjudian di Batam.
BATAM, Batam24.com – Serangkaian penggerebekan terhadap tempat hiburan malam (THM) serta lokasi yang diduga berkaitan dengan praktik perjudian di Kota Batam mendapat sorotan dari Ketua DPW Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa) Kepulauan Riau, Hansman Erdianto, A.Md.
Hansman, Minggu (16/8/2026), mempertanyakan pengawasan dan langkah jajaran Polda Kepulauan Riau setelah sejumlah operasi di Batam justru melibatkan tim dari Bareskrim Polri.
Menurut Hansman, rentetan operasi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan tempat hiburan malam serta aktivitas yang diduga melanggar hukum di wilayah Batam.
“Selama ini apakah Kapolda Kepri tidak berani merazia tempat hiburan malam sampai Bareskrim Polri yang turun tangan?” kata Hansman.
Ia juga menyoroti keberadaan tempat-tempat hiburan malam yang menurutnya perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat, terutama berkaitan dengan potensi peredaran narkotika dan pelanggaran hukum lainnya.
Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik dari PWO Dwipa Kepri. Penetapan adanya tindak pidana maupun keterlibatan pihak tertentu tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.
Soroti Konferensi Pers Bareskrim di Polresta Barelang
Hansman turut mempertanyakan kehadiran pimpinan Polda Kepri dalam konferensi pers terkait pengungkapan perkara yang dilakukan Bareskrim Polri di Polresta Barelang.
Menurutnya, kehadiran pejabat utama Polda Kepri dalam momentum tersebut penting mengingat perkara yang diungkap berada di wilayah hukum Kepulauan Riau.
Ia menilai rangkaian penggerebekan yang terjadi belakangan ini harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan tempat hiburan malam, perjudian, narkotika, serta aktivitas lain yang berpotensi melanggar hukum di Batam.
PWO Dwipa Kepri Minta Kapolri Evaluasi Kapolda Kepri
Atas rangkaian peristiwa tersebut, Hansman meminta Kapolri melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolda Kepulauan Riau.
Bahkan, Ketua DPW PWO Dwipa Kepri tersebut secara terbuka meminta Kapolri mempertimbangkan pencopotan Kapolda Kepri apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
PWO Dwipa Kepri berharap penindakan terhadap narkotika, perjudian maupun pelanggaran hukum lainnya dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti pada operasi tertentu saja.
Hingga berita ini diterbitkan, Batam24.com masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada Polda Kepulauan Riau maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut terkait kritik dan tuntutan yang disampaikan Ketua DPW PWO Dwipa Kepri.
Editor: Redaksi Batam24.com