Usai Misi Kemanusiaan, Jurnalis Batam Berbagi di Panti Asuhan dan Sejumlah Masjid
Batam24.com l Batam — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Panti Asuhan At-Taqwa, Perumahan Taman Seruni, Batam Kota, Jumat (2/1/2026). Puluhan anak panti asuhan tampak ceria saat menikmati makan siang bersama para jurnalis Kota Batam dalam kegiatan berbagi yang sarat nilai kemanusiaan.
Sekitar 30 anak duduk bersila tanpa sekat, menyantap hidangan sederhana yang dibawa langsung para jurnalis. Tak ada kamera, tak ada liputan resmi. Yang hadir hanyalah tawa, cerita, dan doa yang mengalir dalam suasana kekeluargaan.
Kegiatan makan bersama ini menjadi bagian dari syukuran atas lancarnya perjalanan kemanusiaan para jurnalis Batam yang sebelumnya terlibat langsung dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Usai menyusuri daerah terdampak banjir dan bencana alam, kepedulian itu berlanjut ke panti asuhan sebagai wujud konsistensi berbagi.
Koordinator kegiatan, Bagas Kara, menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari niat tulus untuk menjaga semangat kemanusiaan agar terus hidup di tengah aktivitas jurnalistik.
“Dengan berbagi, kita menumbuhkan rasa saling menyayangi, baik kepada adik-adik kita di panti asuhan maupun saudara-saudara kita yang berada di daerah bencana,” ujarnya.
Tak hanya di panti asuhan, pada hari yang sama para jurnalis Batam juga menyalurkan 700 kotak nasi ke sejumlah titik. Bantuan tersebut dibagikan di Masjid Batu Merah, Masjid Al-Nurul Ula, Masjid Polresta Barelang Jihadul Mucharom, serta Masjid Nurul Yaqin Tiban Indah.
Aksi sosial ini disambut hangat oleh masyarakat dan pengurus masjid. Doa serta ucapan syukur pun mengalir agar seluruh pihak yang terlibat senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kebaikan.
Bagi anak-anak Panti Asuhan At-Taqwa, kebersamaan tersebut menjadi penguat bahwa kepedulian masih tumbuh di sekitar mereka. Sementara bagi para jurnalis, momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita tentang bencana dan kemanusiaan, empati adalah nilai utama yang harus terus dijaga.
Karena berbagi tak selalu soal jumlah besar, melainkan tentang kehadiran, ketulusan, dan doa yang dipanjatkan bersama. (Rara)





