83 Personel Polres Lingga Jalani Mapping Psikologi dan Tes Senjata Api

83 Personel Polres Lingga Jalani Mapping Psikologi dan Tes Senjata Api
Foto: Istimewa



LINGGA, Batam24.com – Sebanyak 83 personel Polres Lingga mengikuti rangkaian pembinaan psikologi yang meliputi sosialisasi PKP Online/E-Mental, mapping psikologi, konseling hingga tes psikologi penggunaan senjata api (senpi) organik, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang digelar Polres Lingga bersama Bagian Psikologi Ro SDM Polda Kepri tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di SMAN 1 Singkep, Kabupaten Lingga.

Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus memastikan setiap personel memiliki kesiapan mental dan psikologis dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kabag Psikologi Ro SDM Polda Kepri Kompol Eko Pujiono, S.Psi., M.Psi., Psikolog, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kabag SDM Polres Lingga AKP Idris, S.E.I., M.H., serta sejumlah personel dari Bagian Psikologi Ro SDM Polda Kepri dan Bag SDM Polres Lingga.

Dari total 83 personel yang mengikuti kegiatan, sebanyak 30 personel menjalani sosialisasi PKP Online/E-Mental. Sementara 44 personel mengikuti mapping psikologi sekaligus psikologi senjata api, sedangkan sembilan personel lainnya mengikuti layanan konseling.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kabag SDM Polres Lingga AKP Idris. Selanjutnya, peserta mendapatkan pengarahan dari Kabag Psikologi SDM Polda Kepri Kompol Eko Pujiono.

Setelah pengarahan, para personel mengikuti sejumlah tahapan pembinaan, mulai dari mapping psikologi dan sosialisasi PKP Online/E-Mental hingga ujian psikologi sebagai salah satu tahapan dalam evaluasi penggunaan senjata api organik.

Selain itu, Polres Lingga juga menyediakan layanan konseling bagi personel yang membutuhkan pendampingan psikologis.

Kapolres Lingga AKBP Ahmad Andi Suryadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kabag SDM Polres Lingga AKP Idris, mengatakan kesiapan personel dalam menjalankan tugas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kondisi mental dan psikologis.

Menurutnya, pembinaan psikologi menjadi bagian penting untuk memastikan personel tetap mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin dan bertanggung jawab.

"Kesiapan personel tidak hanya dilihat dari kemampuan dalam melaksanakan tugas, tetapi juga dari kesiapan mental dan psikologis. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan personel tetap memiliki kondisi psikologis yang baik, profesional, serta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh disiplin," ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi dan pembinaan kondisi psikologis personel, termasuk menilai kesiapan dalam penggunaan senjata api organik sesuai ketentuan dan tanggung jawab kedinasan.

Polres Lingga menilai penguatan aspek psikologis merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap personel. Dengan kondisi mental yang terjaga, personel diharapkan dapat menjalankan fungsi kepolisian secara optimal, termasuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Lingga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan personel Polri yang profesional dan mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.

Polri Untuk Masyarakat.

Salam Presisi. (Rara)