Hari ke-23, Tim Gabungan Pantang Menyerah Padamkan Karhutla di Desa Kudung Lingga
LINGGA, Batam24.com – Upaya pemadaman kebakaran lahan di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, terus dilakukan. Memasuki hari ke-23 pascakebakaran susulan, tim gabungan kembali berjibaku memadamkan titik api yang masih muncul di sejumlah kawasan lahan masyarakat.
Pemadaman dilakukan pada Selasa (22/9/2026) oleh gabungan personel TNI-Polri, BPBD Kabupaten Lingga, Satgas PT CSA, serta masyarakat Desa Kudung.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel mengikuti apel dan pengecekan kesiapan, baik personel maupun peralatan yang akan digunakan.
Sekitar pukul 07.40 WIB, tim kemudian bergerak menuju lokasi tandon air dengan membawa mesin Robin dan selang pemadam. Untuk mencapai titik tersebut, petugas harus menyusuri jalan setapak sepanjang kurang lebih 800 meter.
Setibanya di lokasi tandon sekitar pukul 08.20 WIB, personel langsung bergerak menuju sejumlah titik api. Fokus pemadaman diarahkan ke kawasan perkebunan sagu milik masyarakat guna mencegah api kembali menjalar ke lahan di sekitarnya.
Untuk mempercepat penanganan, personel dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok diarahkan menjangkau titik api yang tersebar di beberapa lokasi.
Selain penyiraman, tim juga melakukan pembuatan jalur pemutus api dan membuka akses menuju lokasi yang sulit dijangkau. Sebanyak tiga unit excavator milik PT CSA dikerahkan untuk membantu membuat sekat bakar sekaligus membuka akses bagi personel dan peralatan.
Tim gabungan juga membuat penampungan air menggunakan terpal. Hingga saat ini, sebanyak tujuh tandon air telah dibuat untuk menunjang kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.
Sebanyak 96 personel terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari lima personel Polsek Lingga, 10 personel Brimob, 13 personel Yonif TP 849/BS, lima personel BPBD Kabupaten Lingga, satu personel Koramil 05/Daik, dua personel Posbinpotmar, 50 personel PT CSA dan 10 warga Desa Kudung.
Berbagai sarana pendukung turut digunakan, mulai dari armada Damkar Yonif TP 849/BS, tangki air BPBD Lingga, mobil pickup, mesin Robin milik BPBD, PT CSA, masyarakat dan Brimob, hingga selang pemadam dengan panjang mencapai ribuan meter.
Peralatan lain yang digunakan meliputi nozzle, HT, terpal, alat penerangan, ember serbuk api serta tiga unit excavator milik PT CSA.
Kendati demikian, proses pemadaman masih menghadapi tantangan di lapangan. Lokasi titik api yang cukup jauh dari jalan aspal membuat mobilisasi personel dan peralatan tidak mudah.
Sumber air yang berada cukup jauh juga membuat tim harus menggunakan mesin Robin dan selang dalam jumlah banyak. Kondisi lahan yang berupa gambut dan rawa kering menyebabkan kebutuhan air cukup besar untuk memastikan api benar-benar padam.
Potensi penyebaran api juga dipengaruhi banyaknya daun kering di kawasan perkebunan sagu. Petugas turut menghadapi pohon tumbang yang berpotensi membahayakan keselamatan, akses menuju sejumlah titik api yang terbatas, keterbatasan selang pemadam, serta hembusan angin selatan yang cukup kencang.
Berdasarkan hasil verifikasi dan pengukuran BPBD Kabupaten Lingga menggunakan drone serta penentuan koordinat melalui Google Earth, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare.
Sementara itu, hingga pelaksanaan pemadaman pada Selasa (22/9/2026), sekitar 33 hektare area telah berhasil dilakukan pemadaman.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil berupa pohon sagu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 180 batang.
Polsek Daik Lingga bersama unsur terkait masih melakukan monitoring dan pengecekan lokasi, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), serta berkoordinasi dengan Kepala Desa Kudung, Kepala Desa Teluk dan pihak PT CSA.
Upaya pemadaman dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
Tim gabungan memastikan penanganan akan terus dilakukan secara bersama-sama hingga kondisi kebakaran di Desa Kudung benar-benar dapat dikendalikan. (Rara)
