PERPADI Kepri Tinjau Panen Padi Gogo di Karimun, Dorong Penguatan Produksi Beras Lokal
KARIMUN, Batam24.com – Ketua DPD Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI) Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul, S.H., yang diwakili oleh Ketua DPC Kabupaten Karimun Ahmad Suhartoni Danamik S.I.Kom, bersama Bupati Karimun dan jajaran meninjau langsung lokasi panen padi gogo di Kabupaten Karimun.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PERPADI melihat secara langsung potensi pertanian daerah sekaligus mendorong penguatan produksi pangan lokal di tengah kebutuhan beras masyarakat yang terus meningkat.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad melihat langsung proses panen padi gogo serta berdiskusi dengan pihak terkait mengenai kondisi lahan, hasil produksi dan peluang pengembangan komoditas padi di wilayah Karimun.
Menurut Ahmad, pengembangan padi gogo dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan produksi beras lokal, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan lahan persawahan.
“Potensi seperti ini harus kita lihat dan dorong bersama. Kita ingin produksi pangan lokal semakin kuat sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah secara bertahap dapat dikurangi,” ujar Ahmad.
Ia menilai, sektor pertanian di Kepulauan Riau membutuhkan perhatian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan petani, tetapi juga pelaku usaha penggilingan serta distribusi beras.
Menurutnya, PERPADI memiliki kepentingan untuk ikut memastikan hasil produksi petani dapat terserap dan masuk dalam mata rantai pasok secara baik.

Foto Ketua DPD PERPADI KEPRI Syamsul dan Ketua DPC PERPADI Kabupaten Karimun Ahmad Suhartoni Danamik saat diwawancarai awak media di lokasi didepan Gedung Nasional Balai Karimun.
Dorong Petani dan Pengusaha Saling Bersinergi
Dilokasi yang berbeda Ketua DPD PERPADI Kepri Syamsul mengatakan, keberadaan DPC PERPADI Kabupaten Karimun periode 2026–2031 diharapkan dapat menjadi penghubung antara petani, pengusaha beras dan pemerintah daerah.
Dengan adanya komunikasi yang lebih kuat, hasil panen petani diharapkan memiliki akses pasar yang lebih jelas. Di sisi lain, pengusaha juga dapat memperoleh pasokan bahan baku beras dari produksi lokal.
“Petani membutuhkan kepastian pasar, sementara pengusaha membutuhkan pasokan. Di sinilah pentingnya membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan padi gogo juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas benih, teknik budidaya, produktivitas lahan serta penanganan hasil setelah panen.
Hal tersebut penting agar peningkatan produksi tidak hanya dilihat dari jumlah hasil panen, tetapi juga kualitas beras yang nantinya dikonsumsi masyarakat.
Produksi Lokal Jadi Bagian dari Ketahanan Pangan
Syamsul menegaskan bahwa penguatan produksi lokal merupakan bagian penting dari strategi menjaga ketahanan pangan di Kepulauan Riau.
Sebagai daerah kepulauan, Kepri menghadapi tantangan dalam distribusi pangan. Pasokan beras dari daerah lain membutuhkan biaya transportasi dan proses distribusi yang cukup panjang.
Karena itu, menurut Syamsul, setiap potensi produksi pangan yang dapat dikembangkan di daerah harus mendapatkan perhatian.
“Kalau ada potensi pertanian yang bisa dikembangkan, tentu harus kita dorong. Tetapi semuanya harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan karakteristik wilayah Kepri,” ungkapnya.
Ia berharap panen padi gogo di Karimun dapat menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan pertanian lokal tetap memiliki peluang di wilayah kepulauan.
PERPADI, lanjutnya, siap mendorong komunikasi dan kolaborasi antara petani, pemerintah serta pelaku usaha agar produksi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, keberadaan DPC PERPADI Karimun diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan organisasi, tetapi juga aktif melihat berbagai persoalan di lapangan, termasuk produksi, penyerapan hasil panen, penggilingan, hingga distribusi beras kepada masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Petani memproduksi, pengusaha membantu menyerap dan mengolah, sementara pemerintah memberikan dukungan kebijakan. Kalau semua berjalan bersama, tentu ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” pungkas Syamsul.
(Rara)
