Asap Ganggu Jarak Pandang, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
BATAM, Batam24.com – Kondisi udara yang dipenuhi asap dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Pengendara, khususnya sepeda motor, diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan kecepatan ketika melintasi wilayah dengan kondisi jarak pandang terbatas.
Jika perjalanan tidak bersifat mendesak, menunda keberangkatan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang disarankan. Namun, apabila perjalanan tetap harus dilakukan, pengendara perlu memastikan kondisi kendaraan dan perlengkapan berkendara dalam keadaan baik.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama ketika kondisi lingkungan membuat jarak pandang menurun.
“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman,” ujar Daniel.
Menurutnya, pengendara perlu melakukan persiapan sebelum berangkat. Perlengkapan keselamatan seperti helm harus digunakan dengan benar, sementara visor perlu dipastikan dalam kondisi bersih agar tidak semakin menghambat pandangan.
Masker juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan, menyesuaikan kondisi udara dan kebutuhan pengendara.
Selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga wajib diperiksa. Beberapa komponen yang perlu mendapat perhatian antara lain ban, rem, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion hingga kondisi mesin.
Pengendara juga disarankan memantau informasi mengenai kualitas udara, cuaca, jarak pandang dan situasi lalu lintas sebelum memulai perjalanan.
Saat berada di jalan dengan kondisi asap yang mengganggu pandangan, kecepatan kendaraan perlu dikurangi sesuai kemampuan pengendara dalam melihat kondisi jalan.
Jarak dengan kendaraan di depan juga sebaiknya diperlebar. Pengendara diimbau menghindari manuver secara tiba-tiba maupun pengereman mendadak karena kondisi jarak pandang yang terbatas dapat membuat respons terhadap situasi di depan menjadi lebih lambat.
Penggunaan lampu utama juga penting untuk membantu kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
“Menunda perjalanan tetap menjadi pilihan terbaik jika perjalanan tidak mendesak dan kondisi belum aman. Tetap Cari Aman saat berkendara,” kata Daniel.
Jika asap semakin pekat dan jarak pandang menjadi sangat terbatas, pengendara disarankan tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.
Kecepatan dapat dikurangi secara bertahap, kemudian pengendara mencari lokasi yang aman untuk berhenti sementara. Pengendara juga perlu menghindari berhenti sembarangan di bahu jalan atau lokasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Tidak hanya sebelum dan selama perjalanan, kondisi kendaraan juga perlu diperhatikan setelah digunakan dalam lingkungan dengan kualitas udara buruk dalam waktu cukup lama.
Apabila ditemukan penurunan performa atau gangguan pada komponen seperti sistem pengereman, ban, lampu maupun bagian kendaraan lainnya, pemeriksaan dapat dilakukan di AHASS terdekat.
PT Capella Dinamik Nusantara-KEPRI mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika menghadapi kondisi asap yang menyebabkan jarak pandang menurun.
Dengan menyesuaikan kecepatan, memperlebar jarak aman, memastikan kendaraan dalam kondisi prima serta memilih berhenti ketika kondisi sudah tidak memungkinkan, risiko kecelakaan di jalan dapat diminimalkan.
Keselamatan tetap menjadi prioritas. Apabila jarak pandang terus memburuk, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara di tempat yang aman hingga kondisi kembali memungkinkan untuk berkendara. (Rara)

