Batam24 Soroti Risiko Kebocoran Data dari Label Paket Belanja Online
Batam24.com menyoroti risiko kebocoran data pribadi dari label paket belanja online yang mencantumkan nama, alamat dan nomor telepon serta mendorong marketplace dan ekspedisi memperkuat perlindungan data konsumen.
BATAM | BATAM24.COM — Pesatnya pertumbuhan belanja online membawa kemudahan bagi masyarakat. Namun di balik proses transaksi dan pengiriman barang, terdapat persoalan serius yang masih sering dianggap sepele, yakni keamanan data pribadi konsumen yang tercantum pada label paket ekspedisi.
Tim Batam24.com menyoroti bahwa hampir setiap paket belanja online mencantumkan sejumlah informasi penting milik penerima, seperti nama, alamat lengkap hingga nomor telepon aktif.
Data tersebut memang dibutuhkan untuk proses pengiriman. Namun ketika dicetak secara terbuka pada label paket, informasi pribadi konsumen berpotensi terlihat oleh banyak pihak sepanjang proses distribusi, mulai dari penjual, gudang, petugas sortir, agen ekspedisi hingga kurir.
Persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena kebocoran data tidak selalu terjadi akibat peretasan sistem komputer.
Informasi pribadi juga dapat tersebar ketika label paket difoto, disalin, dibuang tanpa dihancurkan atau diakses oleh pihak yang sebenarnya tidak berkepentingan.
Rentan Disalahgunakan untuk Penipuan
Kombinasi nama, alamat dan nomor telepon dapat menjadi modal bagi pelaku kejahatan untuk melakukan berbagai bentuk penipuan berbasis rekayasa sosial atau social engineering.
Pelaku misalnya dapat menghubungi seseorang dengan mengaku sebagai pihak ekspedisi dan menyebutkan nama serta alamat korban untuk meyakinkan bahwa komunikasi tersebut benar-benar berkaitan dengan paket yang sedang dikirim.
Korban kemudian dapat diarahkan membuka tautan tertentu, melakukan pembayaran tambahan, mengirim kode OTP atau memberikan informasi perbankan.
Karena pelaku telah mengetahui sebagian data pribadi korban, modus penipuan tersebut menjadi jauh lebih meyakinkan dibandingkan pesan penipuan yang dikirim secara acak.
Inilah yang membuat perlindungan data dalam industri e-commerce dan logistik menjadi semakin penting.
Label Paket yang Dibuang Juga Berisiko
Risiko tidak berhenti setelah paket sampai ke tangan konsumen.
Banyak masyarakat membuang kardus atau plastik pembungkus paket dalam keadaan label pengiriman masih menempel.
Padahal pada label tersebut dapat terlihat jelas nama penerima, alamat tempat tinggal dan nomor telepon.
Jika kemasan tersebut ditemukan oleh pihak yang berniat buruk, informasi konsumen dapat dikumpulkan tanpa harus membobol satu pun sistem digital.
Karena itu masyarakat disarankan untuk merobek, menggunting atau menghilangkan bagian label yang memuat informasi pribadi sebelum membuang kemasan paket.
Namun menurut Batam24.com, tanggung jawab perlindungan data tentu tidak seharusnya hanya dibebankan kepada konsumen.
Marketplace dan Ekspedisi Perlu Evaluasi Sistem
Batam24.com mendorong perusahaan marketplace, ekspedisi dan pihak terkait untuk mengevaluasi kembali sistem pencantuman data pelanggan pada label pengiriman.
Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah masking data, terutama pada nomor telepon pelanggan.
Nomor telepon misalnya tidak harus ditampilkan secara utuh apabila komunikasi antara kurir dan penerima dapat dilakukan melalui aplikasi, nomor virtual atau sistem komunikasi internal.
Teknologi juga memungkinkan penggunaan QR Code, nomor pengiriman unik maupun sistem akses terbatas sehingga data lengkap konsumen hanya dapat dilihat oleh petugas yang memang membutuhkan.
Prinsipnya sederhana: semakin sedikit data pribadi yang ditampilkan secara terbuka, semakin kecil pula peluang data tersebut disalahgunakan.
UU PDP Mengatur Perlindungan Data
Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi atau UU PDP.
Regulasi tersebut menegaskan pentingnya perlindungan data pribadi serta kewajiban pihak yang memproses data untuk menjaga keamanan dan mencegah akses maupun pengungkapan data secara tidak sah.
Artinya, keamanan informasi konsumen bukan semata persoalan kenyamanan pelayanan, tetapi sudah menjadi bagian dari kewajiban perlindungan data.
Karena itu perusahaan yang terlibat dalam rantai transaksi dan distribusi barang perlu memastikan bahwa data pelanggan hanya digunakan sesuai kebutuhan dan tidak terekspos lebih luas dari tujuan pengiriman.
Batam24 Dorong Perhatian Pihak Terkait
Batam24.com mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital, perusahaan marketplace, perusahaan ekspedisi serta pelaku perdagangan elektronik untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap keamanan data pada proses pengiriman barang.
Standar label pengiriman perlu terus dievaluasi seiring meningkatnya ancaman penipuan digital.
Di sisi lain, masyarakat juga harus semakin waspada.
Jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, kata sandi maupun informasi perbankan kepada pihak yang menghubungi melalui telepon atau WhatsApp hanya karena orang tersebut mengetahui nama, alamat atau informasi paket.
Selalu lakukan pengecekan melalui aplikasi dan kanal resmi perusahaan ekspedisi atau marketplace.
Kemudahan belanja online seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan privasi.
Sebab sebuah paket mungkin hanya berisi barang bernilai puluhan atau ratusan ribu rupiah, tetapi data pribadi yang tertempel pada paket tersebut dapat menjadi jauh lebih berharga apabila jatuh ke tangan yang salah.
Redaksi Batam24.com