Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Stabil di Tengah Tantangan Global

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diproyeksikan tetap stabil di angka 5% yang didorong oleh konsumsi domestik dan kebijakan fiskal yang tepat sasaran.

Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Stabil di Tengah Tantangan Global
Optimisme ekonomi 2026! Meski tantangan global mengintai, ekonomi kita diprediksi tetap tangguh. Mari dukung produk lokal untuk perkuat daya beli!




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | SURABAYA – Pakar ekonomi memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 tetap berada di jalur stabil meskipun dibayangi ketidakpastian kondisi global. Konsumsi rumah tangga dan investasi domestik diperkirakan masih menjadi motor utama penggerak Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen dapat tercapai melalui penguatan sektor riil dan keberlanjutan proyek infrastruktur strategis.

Meskipun pertumbuhan makro terlihat positif, tekanan pada tingkat ekonomi rumah tangga masih menjadi catatan penting yang harus diperhatikan oleh otoritas terkait. Kenaikan harga beberapa komoditas pangan akibat faktor musim tetap menjadi risiko inflasi yang perlu diantisipasi melalui operasi pasar yang efektif. Bank Indonesia juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap kompetitif guna mendukung kinerja ekspor manufaktur nasional.

Upaya pemerintah dalam menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) per 1 Januari 2026 dinilai sebagai langkah tepat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan biaya hidup. Namun, pengusaha berharap kebijakan ini dibarengi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja agar tidak memberatkan biaya operasional industri. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci agar momentum pemulihan ekonomi terus berlanjut tanpa hambatan berarti.

Di sisi lain, sektor digital dan ekonomi kreatif diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara pada tahun ini. Transformasi digital yang semakin masif membuka peluang bagi UMKM untuk merambah pasar internasional dengan lebih mudah. Dengan fundamental ekonomi yang kuat, Indonesia diharapkan mampu menghadapi gejolak pasar keuangan global dan tetap menjadi salah satu destinasi investasi utama di kawasan Asia Tenggara.

(Dykha)