Pemerintah Fokus Tangani Masalah Sampah Nasional Melalui Gerakan ASRI

Pemerintah meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai langkah terpadu untuk menangani krisis sampah melalui teknologi pengolahan modern dan ekonomi sirkular.

Pemerintah Fokus Tangani Masalah Sampah Nasional Melalui Gerakan ASRI
Indonesia bersih, Indonesia ASRI! Yuk, mulai kelola sampah dari rumah demi lingkungan yang lebih sehat untuk anak cucu kita.




IKLAN RUTAN

iklan rutan

iklan rutan

Batam24.com | BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara terpadu melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI. Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergi kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dinilai merusak ekosistem lingkungan dan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat jangka panjang.

Gerakan Indonesia ASRI mengusung konsep ekonomi sirkular, di mana sampah diolah kembali menjadi produk bernilai guna atau energi terbarukan. Pemerintah akan memperbanyak pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di kota-kota besar untuk mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mulai penuh. Selain itu, penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam proses daur ulang akan diberikan insentif khusus guna menarik minat investor di sektor lingkungan.

Presiden juga memberikan teguran keras kepada kepala daerah yang dinilai lalai dalam menjaga kebersihan lingkungannya, terutama di daerah tujuan wisata. Lingkungan yang kotor disebut akan merusak citra pariwisata Indonesia di mata internasional dan mengurangi minat kunjungan wisatawan mancanegara. Disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari tingkat keluarga dan menjadi budaya baru bagi seluruh warga negara.

Kampanye pengurangan plastik sekali pakai juga kembali diperketat dengan melibatkan ritel modern dan pasar tradisional di seluruh Indonesia. Masyarakat didorong untuk beralih ke produk yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan langkah-langkah konkret ini, Indonesia menargetkan pengurangan sampah plastik di lautan secara signifikan pada akhir tahun 2026 demi kelestarian alam bagi generasi mendatang.

(Dykha)