Kapolresta Barelang Dampingi Kapolda Kepri Tutup Pelatihan Kewirausahaan Disabilitas, 6 Bidang Keterampilan Diberikan

Kapolresta Barelang Dampingi Kapolda Kepri Tutup Pelatihan Kewirausahaan Disabilitas, 6 Bidang Keterampilan Diberikan
Foto: Istimewa



BATAM, Batam24.com  – Polresta Barelang menunjukkan dukungannya terhadap pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas melalui Program Quick Wins Kapolri, Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Komitmen tersebut terlihat saat Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., mendampingi Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., dalam penutupan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas dan para pendamping di Kota Batam.

Kegiatan berlangsung di Ballroom Lantai 12 Hotel Nagoya Hill, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kamis (5/11/2026), sekitar pukul 11.00 WIB. Acara tersebut diikuti sekitar 100 peserta pelatihan bersama para pendamping.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, serta sejumlah pejabat utama Polda Kepri dan unsur Pemerintah Kota Batam.

Hadir pula Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Hj. Asnawati Atiq, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Yudi Suprapto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam Salim, serta kepala sekolah SLB se-Kota Batam.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan kesempatan mengembangkan kemampuan, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, pelatihan yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026 tersebut tidak hanya memberikan pembekalan keterampilan, tetapi juga dilanjutkan dengan program pemagangan di sejumlah perusahaan di Kota Batam.

Hasilnya, beberapa peserta bahkan telah mampu merintis usaha secara mandiri. Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan melalui dukungan pemerintah dan berbagai pihak.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan dalam penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi untuk berkarya serta berkontribusi dalam pembangunan. Karena itu, diperlukan kesempatan yang setara agar mereka dapat mengembangkan keahlian dan memperoleh akses terhadap dunia kerja.

Kapolda juga menjelaskan bahwa Program Poliran merupakan bagian dari Quick Wins Kapolri yang diarahkan untuk membantu mengurangi pengangguran melalui pemberdayaan dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Menurutnya, persoalan pengangguran juga berkaitan dengan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan semakin terbukanya peluang kerja dan kesempatan berusaha, masyarakat diharapkan memiliki kemandirian ekonomi sehingga turut mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan dari enam bidang, yakni housekeeping, pangkas rambut, barista, hidroponik buah, kecantikan, dan operator komputer.

Berbagai keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, mengikuti pemagangan, maupun membangun usaha secara mandiri.

Kapolda Kepri juga berpesan agar para peserta tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Sertifikat dan keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi modal awal untuk terus berkembang, meningkatkan kemampuan, serta membangun masa depan yang lebih mandiri.

Dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas juga disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi ruang gerak maupun kesempatan seseorang dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan memberikan ruang dan perlakuan setara kepada seluruh lapisan masyarakat.

Amsakar berharap program pelatihan tidak berhenti sebatas pemberian sertifikat. Diperlukan tindak lanjut melalui kebijakan pemberdayaan, termasuk peluang bantuan permodalan dan pengembangan usaha agar peserta dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat dan ketangguhan para penyandang disabilitas di Kota Batam. Pemerintah daerah, menurutnya, akan terus mendorong terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.

Penutupan pelatihan secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Batam. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan puisi, yel-yel Disabilitas Kota Batam, pelepasan tanda peserta, penyerahan sertifikat, foto bersama, serta penampilan tarian Nona Singapura.

Kehadiran Kapolresta Barelang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan sinergi kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha.

Melalui Program Poliran, Polresta Barelang bersama Polda Kepri mendorong terciptanya kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk memperoleh keterampilan, pekerjaan, dan kemandirian ekonomi.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan peserta, tetapi juga mendukung terciptanya kondisi sosial yang lebih inklusif serta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Batam.

Polresta Barelang turut mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, menyampaikan pengaduan, atau melaporkan gangguan kamtibmas, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110 yang tersedia secara gratis selama 24 jam.

Polisi Bersama Masyarakat. (Rara)